Direktori Tanaman Obat & Pengobatan

Tapak Dara | Catharanthus roseus [L.] G. Don.

0

Tapak dara masuk dalam familia Apocynaceae

Sinonim : Ammocallis roscea small, Lochnera roscea Reich, Vinca rosea L.

Nama daerah :  Sumatera : Rutu-rutu, rumput jalang. Jawa : Kembang sari cina, kembang serdadu, kembang tembaga, paku rane, tapak doro, cakar ayam, tai lantuan. Bali : tapak lima. Sulawesi : sindapor. Maluku : usia.

Uraian tanaman : Tanaman ini berasal dari Amerika Tengah dan termasuk sauku kamboja-kambojaan yang umumnya ditanam sebagai tanaman hias. Tanaman semak menahun ini terdapat di dataran rendah sampai ketinggian 800 mdpl, dapat tumbuh  pada bermacam-macam iklim, baik di tempat terbuka maupun terlindung. Tumbuh tegak, banyak bercabang, tinggi mencapai 120 cm, batangnya berkayu pada bagian bawah, bulat, berwarna merah trengguli , berambut halus. Daunnya agak tebal, tersusun terhadapan bersilang, betuk bulat telur, pangkal meruncing, bertangkai, kedua permukaan daun berambut halus. Perbungaan majemuk, kelaur dari ujung tangkai dan ketiak daun dengan 5 helain mahkot bunga, bentuknya seperti terompet, berwarna putih, ungu atau putih dengan warna merah di tengahnya. Buahnya buah bumbung berbulu, berisi banyak biji yang berwarna hitam, menggantung pada batang. Tanaman ini dapat diperbanyak dengan biji, stek batang atau akar.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis : Sedikit pahit, sejuk, toxic. Antieoplastik (antikanker), hypotensif, penenang, menyejukkan darah dan menghentikan perdarahan.

Kandungan kimia : Dari akar, batang, daun dan biji, ditemukan lebih dari 70 macam alakaloid, termasuk 28 bi-indole alkaloid. Komponen anti aknker yaitu alkaloid seperti vinbalstine (VLB), vincristine (VCR), leurosine (VLR), vincadioline, leurosidine dan catharanthine. Alkaloid yang berefek hypoglycemic (menurun kadar gula darah), antara lain leurosine, catharanthine, lochnerine, tetrahydroalstonine, vindoline, dan vindolinine.

Bagian yang dipakai : Seluruh tanaman, segar atau dikeringkan.

Kegunaan : 

  1. Hodgkin’s disease, chorionic, epithelioma, acute lymhovytic leukemia, acute monocytic eukemia, lymphosarcoma, reticulum cell sarcoma.
  2. Hipertensi.
  3. Kencing manis (DM).
  4. Perdarahan akibat penurunan jumlah trombosit (Primary thrombocytopenic purpura).

Pemakaian : 

  1. Vinbalstine 0,1-0,2 mg/kb BB, dilarutkan dengan garam fisiologis (normal saline) dengan perbandingan 10 ml untuk 10 mg, IV, sekali setiap 7-10 hari.
  2. Vincristine (Leurocristine) : 0,02-0,04 mg/kg BB dilarutkan dengan 20 ml glukosa 5% atau normal saline, UV, sekali setiap minggu.
    (1) dan (2) untuk kanker dan primary thrombocytopenia.
  3. 6-15 gr direbus, minum. Untuk penyakit selain kanker.

Pemakaian luar : Untuk luka bakar. Daun segar ditambal beras, ditumbuk halus sampai seperti bubur. Dipakai ke tempat yang sakit.

Cara pemakaian : 

  1. Darah tinggi, kencing manis, dan leukimia limfositik akut
    – rebus 15 gram tapak dara dengan 5 gelas air sampai tersisa 2 gelas
    – saring setelah dingin, dan minum 2 kali sama banyaknya, pagi dan sore
  2. Luka tersiram air panas
    – tumbuk beberapa helai daun segar tapk dara dan beras secukupnya sampai halus
    – balurkan pada luka
  3. Kanker payudara
    – cuci 22 lembar tapak dara, buah adas, dan kulit kayu pulosari secukupnya
    – rebus dengan air sebnanyak 3 gelas sampai separuhnya, kemudian tambahkan gula merah secukupnya.
    – saring setelah dingin
    – minum ramuan ini 3 kali sehari :pagi, siang, malam. masing-masing 1/2 gelas
  4. Hipertensi
    – rebus 15 gram daun/bunga tapak dara dengan 400 cc air hingga tersisa separuhnya
    – saring dan minum iarnya menjelang tidur
  5. Diabetes
    – rebus 6 lembar daun tapak dara dan 15 kuntum bunga tapak dara dengan 800 cc air hingga tersisa separuhnya, lalu saring
    – minum airnya menjelang tidur
  6. Batu ginjal
    – rebus 30 gram tapak dara, 30 gram keji beling, 15 gram tempuyung dengan 600 cc air sampai tersisa separuhnya, lalu saring
    – minum 2 kali sehari

 

Leave a Reply