Direktori Tanaman Obat & Pengobatan

Tali Putri | Cassytha filiformis L.

0

Tali putri termasuk dalam Familia Lauraceae

Sinonim : C. capillaris F-Vill.

Nama daerah : Sumatera : akar pengalasan, rumput putri, tali putri. Sunda : sangga langit. Madura : Mas semasan. Ternate : Gumi guraci.

Uraian tanaman : Tanaman ini merupakan terna parasit yang merambat dan membelit pada bagian atas dari tanaman lain, tumbuh tidak teratur dan dapat menutup tanaman induk hingga tidak kelihatan sama sekali. Tali putri tersebar di daerah tropis dan dapat ditemukan pada beberapa tumbuhan perdu dan pohon-pohon yang rendah di semak belukar dan lapangan terbuka, terutama di daerah pantai dan kadang tempat-tempat yang jauh dari pantai.

Batangnya bulat dan halus seperti benang, lemas, bercabang yang panjangnya 3-8 cm dengan diameter kurang dari 0,5 mm dan berwarna hijau atau coklat muda kekuningan yang melekat pada tanaman lain dengan alat penghisap.

Daunnya berupa sisik kecil dan bunganya kecil berwarna putih kekuningan dan berkumpul membentuk bulir dengan panjang 2-5 cm.

Buahnya bulat dan berdaging dengan diameter 7 mm.

Alat penghisap (akar penghisap) dapat digunakan untuk pengobatan kanker.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis : manis, agak pahit, sejuk, dan beracun yang berfungsi sebagai penurun panas (antipretik), anti radang, peluruh kencing, membersihkan darah, menghentikan perdarahan (hemostatik). Herba ini masuk meridian hati (lever) dan ginjal.

Kandungan kimia : cassyfiline, cassythine, cassythidine, laurotetanine, dan galactitol.

Bagian yang dipakai : Seluruh herba ini dapat digunakan untuk pengobatan. Untuk penyimpanan dilakukan dengan memotong herba kemudian dicuci dan dikeringkan dengan menjemurnya di bawah naungan.

Kegunaan : 

  • Demam, malaria, influenza
  • Radang ginjal (nephritis), infeksi dan batu saluran kencing
  • Bengkak (edema)
  • Sakit kuning (hepatitis akut)
  • Batuk darah, mimisan, kencing darah, disentri
  • Menjadi kurus karena lever panas
  • Batuk karena paru-paru panas
  • Mempermudah persalinan
  • Obat cacing
  • Kanker
  • Penyubur rambut

Pemakaian :

  • Untuk minum : Rebus 10-15 gr (yang segar 30-60 gr) herba kemudian menggunakan air rebusannya untuk diminum.
  • Pemakaian luar : Cuci bersih herba segar kemudian dilumatkan atau yang kering digiling menjadi bubuk dan ditempelkan ke tempat yang sakit. Dapat juga dilakukan dengan merebus herba segar dan menggunakan air rebusannya untuk mencuci bagian yang sakit.

Cara pemakaian :

  1. Anak panas lever dan kurus : merebus 60 gr herba segar dengan air secukupnya sampai tersisa setengah mangkok. Dibagi untuk 2x minum setiap hari.
  2. Disentri : merebus 30 gr herba kemudian menggunakan air rebusannya untuk diminum.
  3. Kencing darah : merebus 90-120 gr herba segar (yang kering 15 gr) lalu diseduh dengan gula merah secukupnya kemudian diminum.
  4. Sakit kuning, batuk darah, susah buang air besar : merebus 15-30 gr herba kering dan menggunakan air rebusannya untuk diminum.
  5. Eczema, borok : merebus herba segar dan menggunakan air rebusannya untuk mencuci bagian yang sakit.
  6. Penyubur rambut : lendir dan cairan herba digunakan untuk membasuhi kepala dan air perasannya diminum.

Catatan :

  • Wanita hamil dilarang mengkonsumsi ramuan ini
  • Kandungan alkaloid dapat menimbulkan kejang (convulsi)
  • Dosis berlebihan dapat menyebabkan kematian
  • Herba ini tidak boleh digunakan untuk pengobatan bila tumbuh di atas pohon beracun seperti Gelsemium elegans, Stropanthus divaricatus, Nerium indicum (Jure), dan tanaman beracun lainnya.

Leave a Reply