Direktori Tanaman Obat & Pengobatan

Selasih | Ocimum basilicum L.

0

Selasih termasuk dalam Familia Labiatae (Lamiaceae). Selasih merupakan tanaman semusim yang tumbuh tegak dengan tinggi 50 – 80 cm, bercabang banyak di bagian atas, serta berbau harum.

Selasih tumbuh di tempat-tempat lembab dan teduh, tumbuh liar di tepi jalan, di tepi ladang, sawah-sawah kering, hutan jati atau dipelihara di pekarangan dan disemai di kebun-kebun. Tanaman ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai ketinggian 450 m, kadang-kadang ditanam sampai 1100m di atas permukaan air laut.

Batangnya berwarna coklat dan berbentuk segiempat. Jenis daun tunggal dengan letak berhadapan dan bertangkai yang panjangnya 0,5 – 2 cm. Helai daunnya berbentuk bulat telur sampai memanjang dengan ujung runcing dan pangkal agak meruncing. Permukaan daun berambut halus dengan bintil-bintil kelenjar, mempunyai tulang daun menyirip dengan tepi bergerigi yang panjangnya 3,5 – 7,5 cm dan lebarnya 1,5 – 2,5 cm serta berwarna hijau tua.

Bunganya berwarna putih atau lembayung dan tersusun dalam tandan yang panjangnya 5 Р30 cm, keluar di ujung percabangan. Bijinya keras dan berwarna coklat tua yang apabila dimasukkan ke dalam air akan mengembang seperti selai.

Selasih mempunyai beberapa macam varietas, yaitu :

-Batang coklat tua, tangkai daun coklat muda, dan daun hijau tua

-Tangkai hijau muda, kadang-kadang coklat dari bawah

-Batang hitam, lebih tinggi, dan daun hijau tua kecoklatan.

Tanaman ini dikembangbiakkan dengan bijinya.

Keseluruhan tanaman herba ini mempunyai rasa pedas, hangat, dan wangi. Bijinya mempunyai rasa manis, pedas, dan sejuk.

Tanaman herba ini mengandung minyak menguap yang terdiri dari ocimene, alpha-pinene, 1,8-cineole, eucalyptole, linalool, geraniol, limonene, methylchavicol, eugenole, eugenol methyl ether, anethole, methyl cinnamate, 3-hexen-l-ol, 3-oktanone, dan furfural. Sedangkan untuk bijinya mengandung planteose, asam lemak (fatty acid) yaitu asam palmitat, asam oleat, asam stearat, dan asam linoleat.

Seluruh bagian selasih dan bijinya dapat digunakan untuk pengobatan. Berbagai macam penyakit yang dapat diobati dengan herba ini antara lain :

-Seluruh herba : demam, sakit kepala, nyeri lambung, rasa begah atau sebah, gangguan pencernaan, diare, radang usus, haid tidak teratur, luka memar, dan reumatik.

-Biji : radang mata, bercak putih pada bening selaput mata.

-Pemakaian luar : untuk gigitan ular, serangga, eczema, koreng.

Pengobatan herba untuk pemakaian dalam dapat dilakukan dengan cara merebus 10 – 15 gr herba atau menumbuknya dan diperas airnya untuk diminum. Untuk pemakaian luar dapat dilakukan dengan cara melumatkan atau membakar herba segar hingga menjadi bubuk lalu ditempelkan ke tempat yang sakit atau dengan merebusnya lalu menggunakan air rebusan untuk mencuci bagian yang sakit.

Pengobatan dengan biji selasih untuk pemakaian dalam dapat dilakukan dengan cara merebus biji sebanyak 2,5 – 5 gr dan meminum airnya. Dan untuk pemakaian luar dapat dilakukan dengan cara membuat bubuk atau obat tetes dari biji selasih dan dibubuhkan pada bagian yang sakit.

Cara pengobatan menggunakan selasih pada masing-masing penyakit dapat dijelaskan secara rinci sebagai berikut :

-Demam, pencernaan terganggu, diare : merebus 15 gr herba lalu meminum air rebusnya.

-Mematangkan abses : meremas daun segar dengan minyak kemudian ditempelkan ke tempat yang sakit lalu dibalut atau abu daun selasih dicampur minyak, dan dioleskan ke tempat yang sakit.

-Sering gugup : Setiap hari minum 2 sendok teh biji selasih yang direndam dalam air.

-Sariawan, buang air besar keras : minum setiap hari biji selasih, dapat dicampur dengan sirup.

-TBC : mencuci 3 batang selasih utuh lalu merebusnya dengan 3 gelas air minum bersih sampai tersisa dua seperempat gelas. Setelah dingin disaring, kemudian minum dengan air gula secukupnya. Sehari 3 x 3/4 gelas.

 

Leave a Reply