Direktori Tanaman Obat & Pengobatan

Pule Pandak – Rauvolfia serpentina (L.) Bethanam ex Kurz

Pule Pandak - Rauvolfia serpentina (L.) Bethanam ex Kurz (Yin tu luo fu mu)
0

Pule pandak masuk dalam familia Apocynaceae

Sinonim : Ophioxylon obsersum Miq, O. sepentinum Linn, O. trifoliatum Gaertn.

Nama daerah : Pulai pandak, akar tikus.

Uraian tanaman : Perdu tegak yang mengadung getah, tinggi mencapai 1 m, batangnya silindris, percabangan berwarna coklat abu-abu yang mengeluarkan cairan jernih bila dipatahkan. Tanaman ini kadang ditemukan dipekarangan rumah sebagi tanaman hias, tetapi lebih sering tumbuh liar di ladang, hutan jati dan tempat-tempat lain sampai setinggi 1000 mdpl. Daun tunggal, duduk berkarang atau berhadapan bersilang, bentuk taji atau bulat telut memanjang, ujung runcing, pangkal menyepit dan merupakan tangkai pendek, tepi rata, tulang daun menyirip, panjang 4-14 cm, lebar 1-4 cm, permukaan atas hijau, permukaan bawah  hijau muda. Bunganya bunga mejemuk, mahkota bunga putih atau dadu berkumpul berbentuk payung keluar dari ketiak daun atau ujung percabangan. Buahnya berbiji satu, bulat lonjong, bila sudah masak warnanya hitam.  Akar keringnya kering sedikit disebut Rauwolfia serpentina dan India untuk pengobatan berbagai macam penyakit dari gigitan ular sampai penyakit gila (Psikosa). Mempunyai khasiat yang sama dengan Rauvolfia vercilata (Lour.) Baill.

Sifat kimiawi dan farmakologis :

  1. Akar : Pahit, dingin, sedikit beracun. Penenang, menurunkan tekanan darah (hipotensif), melancarkan sirkulasi, menghilangkan sakit, penurun panas, menghilangkan panas dalam dan panas liver, anti radang.
  2. Batang dan daun : Pahit, manis, sejuk. Menolak angin, menurunkan tekanan darah, melancarkan darah beku.

Kandungan kimia :

Akar mengandung 3 group alkaloid, yang jenis dan jumlahnya tergantung dari daerah asal tumbuhan.
Group 1 termasuk kaline kuat qurterary ammonium compound serpentine, serpentinine, sarpagine dan samatine. Penyerapan jelek bila digunakan peroral (minum).
Group 2 termasuk tertiary amine derivate yohimbine, ajmaline, ajmalicine, tetraphylline dan tetraphylicine.
Group 3 termasuk alkaline lemah secondary amines reserpine, rescinnamine, deserpidine, reunesine dan canascine.

Bagian yang dipakai : Akar kering. Batang dan daun juga dapat dipakai untuk pengobatan.

Kegunaan : Akar : Tekanan darah tinggi (hipertensi), sakit kepala dan rasa berputar (vertigo) pada hipertensi, susah tidur (imsonia), sakit perut pada disentri, mutah, panas tinggi yang menetap(persistent high fever), radang empedu, hepatitis akut, kejang pada ayan (epilepsi), panas pada malaria, flu, saki tenggorokan, bisul, gatal-gatal (urticaria), scabies, gangguan jiwa (mania), meningkatkan napsu makan, memperbaiki gangguan akibat hiperthiroid seperti berdebar, tekanan darah tinggi, iritable, hiperaktifitas syarat impuls, gigitan ular, kalajengking dan luka terpukul.
Batang dan daun : influenza, tekanan darah tinggi, diare dan muntah karena dingin sakit tenggorokan, malaria, hernia, bisul, luka terpukul.

Pemakaian :

  1. Akar : untuk minum : 25-50 gr ,digodok
  2. Daun dan batang : untuk minum : 25-50 gr, digodok. pemakaian luar : digiling halus dan ditempelkan ketempat yang sakit atau digodokan, airnya untuk cuci luka/koreng.

Cara pemakaian :

  1. Tekanan darah tinggi : 50 gr akar di godok, minum.
  2. Sakit pinggang : 50 gr akar direndam dengan arak, minum.
  3. Sakit tenggorokan : Akar secukupnya diiris tipis, untuk dihisap-hisap.
  4. Sakit kepala, susah tidur, pusing, demam, radang kantung empedu, luka terpukul, digigit ular berbisa, kurang napsu makan, sakit perut : 10-15 gr akar digodok, minum.
  5. Demam influenza : 25 gr daun digodok, minum.
  6. Luka terpukul, digigit ular : Daun segar dilumatkan, dibubuhi pada tempat yang sakit.
  7. Luka berdarah : Daun muda secukupnya ditumbuk dan dibubuhi pada tempat sakit.

Efek samping : Jarang terjadi efek samping yang berat. Gejala penekanan sentral menimbulkan gejala sakit kepala, mimpi buruk, rasa lelah, tidur tidak nyeyak. Gejala jantung dan pembuluh darah menimbulkan gejala denyut jantung melambat, rasa hidung tersumbat, dan sangat jarang gagal jantung. Gangguan sistem pencernaan antara lain mulut kering, kontraksi lambung dan usus meningkat , buang air besar lunak atau cair, dan sering buang air besar. Herba ini meningkatkan sekresi asam lambung, dan dapat menimbulkan perdarahan lambung. Dilarang pakai pada penderita dengan penyakit lambung dan kondisi badan lemah.

Catatan : sudah dibuat tablet

Leave a Reply