Direktori Tanaman Obat & Pengobatan

Paria Gunung | Cardiospermum halicacabum L.

0

Paria gunung termasuk dalam Familia Sapindaceae dengan nama sinonimnya C. Microcarpum H.B.K. Tanaman ini merupakan terna menahun yang tumbuh liar di lapangan rumput,tepi jalan, di hutan dan ladang pada tempat-tempat kering yang terkena sinar matahari dari ketinggian 1 – 700 m di atas permukaan air laut.

Paria gunung mempunyai batang yang lemas dan tumbuh memanjat dengan sulur/ alat pembelit yang keluar dar karangan bunga, berambut halus dan panjangnya mencapai 2 – 3 m.

Daunnya berupa daun majemuk menjari beranak daun tiga ganda dua, yang terletak berseling dengan anak daun bertangkai dan berbentuk bulat telur memanjang serta bercangap menyirip dalam. Ujung daun runcing dengan tepi daun bergerigi dan mempunyai panjang daun 5 – 9 cm.

Bunganya kecil dan berwarna putih dengan sepasang alat pembelit untuk memanjat berkumpul dalam karangan bunga yang keluar dari ketiak daun.

Buahnya berupa selaput, melambung bersegi tiga dengan 3 buah biji yang bentuknya bulat dan berwarna hitam, sedang bagian tengahnya berwarna putih.

Dibeberapa daerah, paria gunung dimakan sebagai sayuran dan bijinya yang telah tua sering dibuat perhiasan oleh anak-anak.

Paria gunung memiliki sifat kimiawi dengan rasa manis, pedas, dan dingin yang berfungsi untuk menghilangkan bekuan darah, menghilangkan bengkak, membersihkan darah, menetralkan panas dan racun, sebagai anti radang, dan melancarkan kencing. Herba ini masuk meridian lever dan ginjal.

Beberapa kandungan kimia yang terdapat pada bagian-bagian herba ini, yaitu :

-Biji : mengandung zat lendir, saponin, lemak, calsium, nitrogen, organic phosphate compound.

-Minyak dari biji : mengandung 1-eicosenoic acid 42%, palmitate acid 3%, linolenic acid 8%, linoleic acid 8%, oleic acid 22%, stearic acid 2%, arachidic acid 10%, dan asam lemak dengan berat molekul rendah 5%.

-Batang dan daun : mengandung saponin, tanin, calsium oksalat, dan sulfur.

Seluruh bagian tanaman ini dapat digunakan untuk pengobatan baik pemakaian segar maupun yang telah dikeringkan. Beberapa penyakit yang dapat diobati menggunakan herba ini antara lain :

-Flu, demam, badan sakit-sakit (rheumatism)

-Radang ginjal (nephritis), infeksi saluran kencing

-Kencing sedikit (oliguria), bengkak (oedem)

-Kencing manis (DM)

-Pertussis (batuk rejan)

-Radang telinga tengah (Otitis media)

-Sakit kuning

-Menormalkan siklus haid, merangsang haid (emmenagogue)

-Diare, disentri

-Obat cacing (anthelmintic)

-Merangsang muntah

-Susah buang air besar (sembelit)

-Luka terpukul, radang kulit bernanah

-Eczema, scabies, bisul, gigitan ular

Pengobatan menggunakan herba ini untuk pemakaian dalam dapat dilakukan dengan cara merebus 10 – 15 gr (segar : 30 – 60 gr) herba kemudian menggunakan air rebusan untuk pemakaian luar dapat dilakukan dengan cara melumatkan herba segar kemudian dibalurkan ke tempat yang sakit atau merebus herba dan menggunakan air rebusan untuk mencuci bagian yang sakit.

Khusus untuk beberapa penyakit berikut, pengobatan menggunakan herba ini dapat dilakukan dengan cara :

-Kencing sedikit (oliguria) : merebus 15 gr herba kering lalu air rebusan digunakan untuk menyeduh arak kuning lalu diminum.

-Kencing manis : merebus 60 gr herba segar kemudian menggunakan air rebusannya untuk diminum.

-Luka terpukul : menumbuk 10 – 15 gr herba segar lalu diperas dan air perasannya diminum dengan arak kuning.

-Bisul : herba segar ditambah nasi dingin dan garam secukupnya lalu digiling sampai halus dan ditempelkan pada bisul.

-Sakit kepala : menggiling daun sampai halus kemudian ditempelkan pada pelipis.

-Merangsang haid : mencuci bersih herba segar kemudian ditumbuk dan diperas. Air perasannya diminum.

-Diare, disentri : merebus daun kering kemudian air rebusannya dipompakan melalui dubur atau merebus daun dan batang lalu menggunakan air rebusannya untuk diminum.

Leave a Reply