Direktori Tanaman Obat & Pengobatan

Maman – Gynandropsis gynandra (L.) Briq

Maman - Gynandropsis gynandra (L.) Briq (Bai hua cai)
0

Maman masuk dalam familia Capparidaceae

Sinonim : G. affinis Bl, G. pentaphylla DC, G. sinensis Miq, Cleome gunandra L, C. affinis Sprengnon DC, C. alliacea Blanco, C. alliodora Blanco, C. blumeana Schult, C. pentaphylia L, C. triphylla L.

Nama daerah : Galangangsa, langsana merah, maman, mamang (Indonesia). Maman, sasaawi leuweung, manang betul (Sunda). Boboab, bobohan, eceng-eceng. kalengkengan, lenglengan (Jawa). Bhubhuwan (Madura). Coro papua (Ternate).

Nama asing : Bastard mustrad, caravalla seed, five-leaved cleome.

Uraian tanaman Maman : Perdu setahun, tumbuh tegak, tinggi mencapai 1 m, banyak bercabang yang ditumbuhi rambut halus, dan berbau kurang enak. Asal dari Asia Tenggara, di Jawa ditemukan sampai 450 mdpl, tumbuh di semak-semak, ladang, tepi jalan dan hutan jati muda. Daun maman berupa daun majemuk menjari beranak dan 3-5, letak berseling, bertangkai yang panjangnya 4-6 cm. Anak daun letaknya duduk, bentuknya bulat telur sungsang, panjang 2,5-5 cm, lebar 1-2 cm, ujung meruncing, pangkal menyempit, tepi rata atau sedikit bergerigi, warnanya hiijau, dengan anak daun yang ditengah ukurannnya lebih besar. Bunga tumbuh berkumpul dalam tandan di ujung batang, warnanya putih atau kuning muda yang mekar di waktu malam. Buahnya buah polong yang panjangnya 5-10 cm, mempunyai biji berbentuk ginjal, lebar sekitar 1 mm, warnanya coklat hitam. Daun maman biasa diasinkan untuk makan sebagai lauk atau dibuat campuran masakan.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis : Manis, pedas, hangat, sedikit beracun (toxin). Mengusir angin dan dingin, melancarkan peredaran darah, analgetik, astrigent. Daun dan biji mempunyai khasiat  seperti obat gosok yang menghangatkan (Rubefacient). Biji sebagai obat cacing.

Kandungan kimia Tumbuhan Maman : Minyak terbang yang rasanya pedas, unsaturated lactone, tanin dan gula. Biji mengandung glucocapparin, cleomin.

Bagian yang dipakai : Seluruh tumbuhan, termasuk biji dan akar.

Kegunaan : 

  1. Rematik, sakit pinggang, sakit kepala, leher kaku.
  2. Luka terpukul.
  3. Wasir.
  4. Disentri, cacingan.
  5. Keputihan, gangguan haid pada wanita setelah melahirkan.
  6. Digigit ular.
  7. Abses paru, batuk berlendir.
  8. Sakit kepala.
  9. Menambah napsu makan.

Pemakaian : 

  1. Untuk minum : 10-15 gr, digodok
  2. Pemakaian luar : secukupnya dilumatkan dan ditempelkan ke tempat yang sakit, atau digodok dan airnya untuk cuci.

Cara pemakaian : 

  1. Keputihan : 15 gr daun muda dipotong-potong, tambahkan gula batu dan air secukupnya, lalu ditim. Setelah dingin disaring, minum.
  2. Wasir : seluruh tumbuhan maman digodok dengan air secukupnya sampai mendidih. Airnya dipakai untuk mencuci bagian yang sakit.
  3. Sakit pinggang, sakit kepala, rematik, leher kaku : daun digiling halus lalu tambahkan sedikit cuka sampai sepeti bubuk lunak, untuk dibalurkan ke tempat yang sakit.
  4. Sakit telinga : daun setelah cuci bersih, ditumbuk halus lalu ditambahkan sedikit air hangat, kemudian diperas dengan kain. Air perasannya diteteskan ke dalam telinga yang sakit.
  5. Cacingan (cacing gelang) : anak-anak : 5-10 biji orang dewasa 30-60 biji, dimakan 2 kali sehari selama 2 hari. 3 hari selanjutnya makan obat pencahar.
  6. Gangguan menstruasi : batang secukupnya setelah dicuci bersih lalu ditumbuk, kemudian diseduh dengan air panas satu cangkir. Hangat-hangat  diminum
  7. Tidak napsu makan : 30 lembar daun maman dicuci bersih, asapkan sebentar, makan sebagi lalab. Lakukan setiap kali makan.

Catatan : Dosis berlebihan maengakibatkan mual, muntah, perut kembung, pusing, banyak keringat, penglihatan kabur, kaki dan tangan lemas, takut cahaya. Cara mengatasi : cuci perut dan tindakan lain yang diperlukan.

Leave a Reply