Direktori Tanaman Obat & Pengobatan

Malaria

0

Merupakan salah satu penyakit parasit menular dan mewabah yang banyak diderita masyarakat di wilayah tropis dan subtropis, terutama di daerah berawa. Dalam kondisi parah penyakit ini dapat menelan korban jiwa. Penyebabnya adalah infeksi oleh protozoa jenis Plasmodium yang bersarang dalam sel darah merah. Ada empat jenis Plasmodium yang menginfeksi manusia, yaitu Plasmodium falcifarum, Plasmodium vivax, Plasmodium malariae, dan Plasmodium ovale. Semuanya ditularkan kepad amanusia melalui media perantara nyamuk anopeles netina.

Gejala dan Tanda
Gejala utamanya adalam demam yang dibagi menjadi 3 stadium
1. stadium pertama diawali dengan kedinginan dan menggigil sekitar 1 jam walaupun suhu badan naik dan disertai dengan sakit kepala
2. stadium kedua, berupa ras apanas dan demam memuncak dengan temperatur tubuh mencapai 41 celcius
3. stadium ketiga, yaitu berkeringat banyak, lemah, dan suhu badan menurun

Perawatan
1. berbaringlah dan selimuti dengan selimut tebal pada saat mengigil
2. kompres dengan air dingin yang diberi campuran gilingan daun dadap srep, adas, dan pulosari
3. usahakan agar penderita tiap hari memperoleh sayuran, seperti daun bayam, daun singkong, daun kelintang, potroseli. Serta buah-buahan yang masak di pohon, seperti pepaya, nanas, jeruk, jambu monyet
4. bila limfa penderita terasa sakit maka kompreslah dengan air panas yang dimasukan ke dalam botol
5. usahakan penderita sering mandi/berendam dengan air panas

Pencegahan
1. jaga kebersihan lingkungan untuk menghindari keberadaan sarang nyamuk
2. hindari gigitan nyamuk dengan memakai obat nyamuk dan tidur memakai kelambu
3. jika akan berpergian ke daerah endemik malaria, sebaiknya minum obat anti malaria 2 minggu sebelum berangkat dan setelahnya

Pengobatan Herbal
Resep 1
60 gram qing hao (herba Artemisia annua)
– cuci bersih bahan
– rebsu dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, lalu saring
– minum 2 kali sehari, masing-masing 200 cc

Resep 2
2 jari btanag brotowali
60 gram daun pepaya
20 gram temu hitam
1 sdm madu
– cuci bersih bahan, potong-potong
– rebus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, lalu saring
– tambahkan madu
– minum 2 kalis ehari, masing-masing 200 cc

Resep 3
30 gram daun pare segar
20 gram daun sambiloto segar/10 gram kering
25 gram temulawak, iris-iris
1 sdm madu
– cuci bersih bahan
– rebsu dengan 600 cc iar hingga tersisa 300 cc, lalu saring
– tambahkan madu
– minum 2 kali sehari, masing-masing 150 cc

Resep 4
10 gram akar gigil/chang san (Radix Dichroa febrifuga)
– cuci bersih bahan
– rebus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu saring
– minum 2 kali sehari

Resep 5
7 lembar daun mimba
60 gram jukut pendul segar
– cuci bersih bahan
– rebus dengan 600 cc iar hingga tersisa 200 cc, lalu saring
– minum sekitar 4 jam sebelum gejala muncul
– lakukan 2 kali sehari

Resep 6
1/2 genggam daun sambiloto
2 sdm madu
– cuci bersih daun sambiloto lalu rebus dengan menggunakan 3 gelas air hingga tersisa 3/4 gelas
– sesudah dingin saring, campurkan madu, aduk sampai rata
– minum 3 kali sehari

Resep 7
1/2 sdt serbuk biji mahoni
1/4 cangkir air panas
1 sdm madu
– serbuk biji mahoni diseduh dengan air panas, tambahkan madu
– minum 3 kali sehari

Resep 8
1/2 gelas daun pepaya agak muda
3/4 cangkir air masak
garam secukupnya
– cuci bersih daun pepaya lalu ditumbuk hingga halus
– tambahkan air masak dan garam
– minum 3 kali sehari

Resep 9
3/4 jari temulawak
2 sdm air masak
4 sdm madu
– cuci bersih temulawak lalu parut
– tambahkan air masak, lalu peras
– tambahkan airnya dengan madu
– minum 3 kali sehari masing-masing 2 sendok makan

Leave a Reply