Direktori Tanaman Obat & Pengobatan

Lidah Mertua | Sansevieria trifasciata Prain

1

Lidah mertua termasuk dalam Familia Liliaceae dengan nama sinonim S. guineesis Auct. dan S. zeylanica Auct. Tanaman ini merupakan terna menahun dengan akar rimpang yang menjalar dan biasa ditanam sebagai tanaman pagar atau tanaman hias. Lidah mertua berasal dari Afrika tropis dan dapat ditemukan dari ketinggian 1 – 1000 m di atas permukaan air laut.

Daunnya berupa daun tunggal, kaku, dan keras yang permukaannya licin. Daunnya berkumpul sebagai roset akar yaitu 2 – 6 helai daun tumbuh berkumpul di pangkal akar. Bentuk daun panjang menyempit dengan ujung runcing, pangkal menyempit, dan berbentuk talang. Daun lidah mertua berwarna hijau dan mempunyai panjang 30 – 120 cm serta lebar 2,5 – 8 cm dengan kedua permukaan daunnya terdapat garis-garis bergelombang yang berwarna hijau tua dan letaknya melintang serta mempunyai tepi daun berwarna hijau tua. Daun ini biasanya digunakan sebagai variasi pada karangan bunga.

Bunganya berupa bunga majemuk yang berada dalam tandan yang panjangnya 30 – 80 cm dan berisi 3 – 8 kuntum bunga berkumpul tumbuh berbentuk bulir di tangkai yang warnanya hijau muda. Baunya harum dan mekar menjelang malam.

Buahnya berupa buah buni, berbiji 1 – 3, dan berbentuk bulat dengan diameter 3 mm yang berwarna merah tua.

Serat daunnya dapat digunakan untuk membuat tali. Tanaman ini dikembangbiakkan dengan anak tanaman yang tumbuh di dekat induk atau dengan stek daun. Tumbuhan sejenis dengan lidah mertua, yaitu Sanseviera Laurentii (N.E.Br) De Wild yang tepi daunnya berwarna kuning emas dan mempunyai khasiat yang sama.

Tanaman ini mempunyai rasa sejuk,masam, dan efektif digunakan sebagai antibiotik. Kandungan kimia dalam lidah mertua, yaitu abamagenin. Bagian daun lidah mertua dapat digunakan untuk pengobatan beberapa penyakit diantaranya :

-Influenza, batuk, radang saluran napas (bronchitis)

-Luka terpukul, keseleo

-Gigitan ular berbisa

-Borok, bisul

-Penyubur rambut

Pengobatan menggunakan tanaman ini untuk pemakaian dalam dapat dilakukan dengan cara merebus 15 – 30 gr daun herba kemudian menggunakan air rebusannya untuk diminum. Sedangkan untuk pemakaian luar dapat dilakukan dengan cara menggiling daun sampai halus dan menempelkannya ke tempat yang sakit.

1 Comment
  1. ince sofyan abdullah says

    cara untuk mengcopinya bagaimana,

Leave a Reply