Direktori Tanaman Obat & Pengobatan

Lidah Buaya | Aloe vera Linn.

0

Lidah buaya masuk dalam familia Liliaceae

Sinonim : Aloe barbadensis Mill, Aloe vulgaris Lamk.

Nama daerah : Letah buaya (Sunda)

Uraian tanaman : Tumbuh liar ditempat yang berhawa panas atau ditanam orag dipot dan pekarangan rumah sebagai tanaman hias. Daunnya agak runcing berbentuk taji, tebal, getas, tepinya bergerigi/berduri kecil, permukaan berbintik-bintik, panjang 15-36 cm, lebar 2-6 cm, bunga bertangkai yang panjangnya 60-90 cm, bunga berwarna kuning kemerahan (jingga). Banyak di Afrika bagian utara, Hindia Barat.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis : Lidah buaya memiliki rasa pahit dan bersifat dingin serta berkhasiat sebagai anti radang, pencahar, dan parasitisida. Herba ini masuk ke meridian jantung, hati dan pancreas.

Kandungan kimia : Berdasarkan hasil penelitian lidah buaya kaya akan kandungan enzim, asam amino, mineral, vitamin, polisakarida, dan komponen lain yang sangat bermanfaat bagi kesehatan antara aloin, barbaloid, isobarbaloin, aloe-emodin, aloenin, dan aloesin.

Bagian yang dipakai : Daun, bunga, akar, pemakaian segar.

Kegunaan :

  1. Sakit kepala, pusing.
  2. Sembelit (Constipation).
  3. Kejang pada anak, kurang gizi (Malnutrition).
  4. Batuk rejan (Pertussis), muntah darah.
  5. Kencing manus (DM), wasir.
  6. Peluruh haid.
  7. Penyubur rambut.

Pemakaian : Daun 10-15 gr, bila berbentuk pil :1,5-3 gr. Atau berupa bubuk (tepung) untuk pemakaian topikal.

Cara pemakaian :

  1. Penyubur rambut
    – Ambil bagian dalam lidah buaya
    – Gosokan ke kulit kepala sesudah mandi sore, lalu bungkus dengan kain, keesok harinya baru dicuci
    – Pakai setiap hari selama 3 bulan untuk mencapai hasil yang memuaskan
  2. Luka terbakar dan tersiram air panas ringan
    – Ambil bagian dalam lidah buaya
    – Tempelkan pada bagian yang luka
  3. Bisul
    – Lumatkan daun lidah buaya lalu tambahkan sedikit garam
    – Tempelkan pada bisul
  4. Kencing manis
    – Cuci bersih 1 batang lidah buaya, dan buang durinya, potong-potong seperlunya
    – Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa separuhnya
    – Minum sebanyak 3×1/2 gelas setiap hari sehabis makan
  5. Batuk rejan
    – Cuci lidah buaya sepanjang 15-18 cm
    – Rebus dengan air secukupnya. Tambahkan gula dan minum
  6. Sifilis
    – Rebus bunga lidah buaya bersama dagingnya, lalu minum
  7. Cacingan dan sush BAK
    – Rebus akar kering lidah buaya sebanyak 15-30 gran, lalu minum
  8. Luka terpukul, luka dalam (muntah darah)
    – Rebus bunga kering lidah buaya sebanyak 10-15 gram, lalu minum
    – Untuk pemakaian luar bunga lidah buaya ditim dengan arak putih, lalu ditempelkan pada luka
  9. Kencing darah
    – Peras daun lidah buaya sebanyak 15 gram,
    – Tambahkan dengan 30 gram gula dan air beras secukupnya, lalu minum
  10. Wasir
    – Cuci bersih ½ batang lidah buaya, buang durinya, lalu parut
    – Tambahkan ½ cangkir air matang dan 2 sdm madu, aduk, saring
    – Minum 3 kali seharu
  11. Sembelit
    – Cuci ½ batang lidah buaya, buang durinya, cincang isinya
    – Seduh dengan ½ cangkir air panas dan tambahkan 1 sdm madu
    – Makan 2 kali sehari selagi hangat

Leave a Reply