Direktori Tanaman Obat & Pengobatan

Leunca – Solanum nigrum L.

Leunca - Solanum nigrum L. (long kui)
0

Leunca masuk dalam familia Solanaceae

Sinonim : S. fistulosum et miniatum Rich, S. nodiflarum Jacq, S. triangulare et villosum Lamk, S. uliginosum et rhino ceostis Bl, S. incertum Dun, S. rubrum Mill

Nama daerah : Sumatera : rampai, ranti. Jawa : leunca, leunca badak, leunca hayam, leunca mauk, leunca pahitt, leunca piit, ranti. Maluku : Anti, boose, bobose.

Uraian tanaman : Tanaman semusim, berbatang tegak, banyak bercabang, tinggi 30-175 cm. Banyak ditanam orang di halaman, diladang dan di tempat tempat lain yang cukup mendapatkan air dan sinar matahari sampai setinggi 3000 mdpl. Daunnya bertangkai, letak berseling, terdapat dalam kelompok-kelompok. Bentuk daun bulat telur, ujung daun meruncing dan pangkal daunnya meruncing dengan tepi berombak sampai rata. Karangan bunga berbentuk malai dengan jumlah  bunga antara 2 sampai 10 kuntum, berwarna putih atau lembayung. Buahnya berupa buah buni, bulat-bulat dan berisi banyak  biji dengan penampang sekitar 0,8-1 cm, terdapat dalm tandan-tandan, berwarna hijau dan bila sudah masak berwarna hitam atau ungu kehitaman mengkilat. Rasanya renyah, sedikit pahit dan agak langu. Buahnya muda biasa dimakan sebagai lalab atau dimasak dengan cabe dan tauco. Perbanyakan dengan biji.

Sifat kimiawi dan farmakologis : Rasa pahit, dingin, sedikit beracun. Penurun panas, membersihkan panas dan racun, anti radang, peluruh air kemih (diiuretik), menhilangkan bengkak (anti swellilng), melancarakn darah, peluruh dahak, menghilangkan gatal (anti pruritus), pereda batuk, pereda sesak.

Kandungan kimia : mengandung glikoalkaloid solanine, solasonine, solamargine, solasodine, solanidine, diosgenin, tigogenin, juga mengandung sedikit atropine dan saponin, zat samak dan minyak lemak. Mengandung mineral kalsium fosfor, besi, vit A dan C. Solasodine mempunyai efek meghilangkan sakit (analgetik), penurun panas, anti radang  dan anit shock. Solamargine dan solasonine mempunyai efek anti bakteri. Solanine mempunyai efek anti mitosis. Ektrak daun leunca menekan Ascitic sarcoma 180 pada tikus, menstimulasi pembentukan sel-sel darah dan bersifat anti choline esterase kuat. Efek anti neoplatik (anti kanker) digunakan pada cervical carcinoma, 14, sarcoma 180 dan  ehrlich ascitic carcinoma type parenchymal.

Bagian yang dipakai : Seluruh tanaman, segar dan kering.

Kegunaan :

  1. Demam, kejang panas pada anak, sakit tenggorokan.
  2. Radang saluran napas menahun (chronic bronchitis), sesak napas (asthma bronchiale).
  3. Infeksi saluran kencing (urinary tract infection), radang ginjal akut (acute nepharitis), buang air kemih sakit (dysuria).
  4. Radang payudara (mastitis), keputihan (leucorrhoe).
  5. Tekanan darah tinggi, gatal (prurigo).
  6. Kanker : Hamil “anggur” (malignant hydatidiform mole), chorionic epithelioma, kanker mulut rahim (ca cervix), kanker payudara, oesophagus, liver dan lambung.

Pemakaian :

  1. Seluruh tanaman 10-30 gr, godok
  2. Untuk kanker : 30-120 gr, godok.

Pemakaian luar : Dilumatkan untuk pemakaian setempat (topikal), atau digodok, airnya untuk cuci pada penyakit bisul, radang kulit bernanah (impetigo), ezcema, gigitan ular.

Cara pemakaian :

  1. Infeksi saluran kencing : Leunca, rumput lidah ular (hedyotis diffusa Willd.) meniran (Phyllanthus urinaria Linn.) masing-masing 30 gr, digodok, minum.
  2. Eczema, peradangan kulit : 60 gr herb segar atau 30 gr herba kering digodok, minum. Sehari 2 kali, setiap hari. Akan menghilangkan rasa gatal dan lebih efektif pada pasien-pasien dengan lesi yang luas disertai pembengkakan kulit, rasa gatal dan status mental yang buruk. Pada lesi setempat dibubuhi dengan tunas dan daun yang dilumatkan.
  3. Bisul (furunkel) : Solanum ningrum dilumatkan, dicampurkan arak secukupnya, peras dan saring, minum.
  4. Dysentri : 50-60 gr daun  segar ditambahkan 25 gr gula putih digodok, minum.
  5. Lecet mulut rahim (erosi cervix) : herba digodok sampai kental, dioleskan dengan lidi kapas ketempat kelainan. Dilakukan 1-2 kai seminggu, 8 kali pemakaian merupakan saru seri pengobatan.
  6. Keputihan : Solanum nigrum ditambah bunga putih jengger ayam (celosia cristata) masing-masing 30 gr digodok, minum, Sehari 2 kali.
  7. Biduran (urticaria) : seluruh tanaman (tanpa akar), dilumatkan, kemudain digosokkan ketempat biduran, sampai warna kulit menjadi hijau, sehari dilakukan 2-3 kali. Penyembuhkan pada sebagian besar kasus dalam 4-5 hari.
  8. Gondokan atau preparat suntikan digunakan pada penyakit-penyakit keganasan seperti kanker mulut rahim, oesphagus, payudara, paru-paru dan hati, menghilangkan gejala dan tanda-tanda penyakit, hilangkan keputihan, perbaikan jaringan yang rusak (tissue regeneration), timbulnya napsu makan, perbaikan status mental, menghilangnya tanda-tanda peradangan dan gejala keracunan.
  9. Mata kering (xerophthalmia) : 15 buah leunca yang telah masak setelah dicuci dikunyah lalu ditelan. Sehari 3 kali.

Efek yang tidak diinginkan : Perasaan tidak enak (discomfort) pada orang-orang yang meminum godokan ini, dan secara individual merasa sedikit lemah, mulut dan keronkongan kering, mengantuk, penglihatan kabur, sakit kepala, mual, muntah dan mencret.

Catatan : Sudah dibuat dalam bentuk tablet, obat suntik, baik berupa tanaman tunggal atau campuran dengan tanaman obat lain.

Leave a Reply