Direktori Tanaman Obat & Pengobatan

Legundi – Vitex trifolia L.

Legundi- Vitex trifolia L. (Man jing zi)
0

Legundi masuk dalam familia Verbenaceae

Nama daerah : Sumatera : Gendarasi, lagundi, lilengundu, langgundi. Jawa : Lagondl, legundi, langhudi. Nusatenggara : Galumi, sangari. Sulawesi : Danuko, anra, lawarani, rala, ai tuban.

Uraian tanaman : Perdu, tinggi 1-4 m, tumbuh tegak, batang berambut halus, dapat tumbuh pada tempat-tempat  yang tandus, panas dan berpasir. Legundi dapat ditemukan dihutan jati, hutan sekunder, semak belukar, atau sebagai tanaman pagar. Di Jawa, tanaman ini dapat tumbuh sampai ketinggian 1000 m diatas permukaan laut. Daun majemuk menjari beranak daun tiga, bertangkai, dengan anak daun berbentuk bulat telur sungsang, panjang 4-9,5 cm, lebar 1,75-3,75 cm, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, permukaan atas berwarna hijau, sedang permukaan bawah berambut rapat warna putih. Bunganya bunga majemuk bentuk tandan, warnanya ungu muda, keluar dari ujung batang. Buahnya bulat. perbanyakan dengan stek. Daun berbau aromatik yang khas, dan dapat digunakan untuk menghalau serangga dan kutu lemari.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis : Pahit, pedas, sejuk. Masuk meridian liver, lambung dan kandungan kencing (versica urinaria).

  1. Akar : Pencegahan kehamilan, perawatan setelah bersalin.
  2. Biji : Obat pereda, penyegar badan, perawatan rambut.
  3. Buah : Obat cacing, peluruh haid.
  4. Daun : Mengurangi rasa nyeri (analgetik), penurun panas (anti-piretik), obat lunak, peluruh kencing, peluruh kentut, pereda kejang, menormalkan siklus haid, germicide (membunuh kuman).

Kandungan kimia : Camphene, L-apha-pinene, silexicarpin, carticin, terpenyl acetate, luteoin-7-glucoside flavopurposid, vitrisin, di-hidroksi asam benzoat, vit A.

Bagian yang dipakai : Biji, daun, tangkai.

Kegunaan untuk pengobatan herbal : 

  1. Influensa, demam.
  2. Migrain, sakit kepala (cephalgia), sakit gigi, sakit perut.
  3. Diare, mata merah.
  4. Rematik, beri-beri, batuk.
  5. Luka terpukul, luka berdarah, muntah darah, eczema.
  6. Haid tida teratur, prolapsus uteri.
  7. Membunuh serangga.

Pemakaian untuk jamu tradisional :

  1. Untuk minum : Biji, 6-10 gr, digodok atau dijadikan pil, bubuk.
  2. Pemakaian luar : Dilumatkan dan dibubuhkan ke tempat yang sakit, atau daun digodok dan airnya untuk cuci.

Cara pemakaian : 

  1. Turun peranakan (prolapsus uteri) : segenggam daun legundi ditambah 10 gr temu ireng ditumbuk halus, air perasaannya ditambahkan 1 sendik teh madu, minum. Diulang setiap 2 hari sampai rahim normal kembali.
  2. Muntah darah : Minum air godokan daun legundi muda.
  3. Eczema : Cuci dengan air godokan daun legundi.
  4. Penyegar badan, baru sembuh dari sakit : Daun legundi secukupnya digodok sampai airnya sudah berbau daun legundi, hangat-hangat dipakai untuk mandi.
  5. Sakit kepala (Cephalgia) :
    a. Daun legundi dan daun jinten secukupnya ditumbuk halus, digunakan untuk tapal pada pelipis.
    b. Biji digiling menjadi serbuk. Untuk sakit kepala ringan dipakai 5 gr, sedang yang berat 10-15 gr, diseduh  dengan arak beras, hangat-hangat diminum. Lakukan 3 kali sehari.
  6. Kurap : Daun legundi di tumbuh halus, belur ketempat yang sakit.
  7. Sakit tenggorokan : Daun segundi secukupnya digodok, hangat-hangat dipakai untuk kumur-kumur.
  8. Batuk kering : Daun legundi dengan kencur, sepotong kunyit dan gula batu secukupnya. Setelah dingin disaring, minum 2 kali sehari.
  9. Batuk rejan : 3/4 sendok teh serbuk daun legundi yang telah dikeringkan diseduh dengan 3/4 cangkir air panas dan 1 sendok makan madu, aduk. Hangat-hangat diminum, lakukan 2 kali sehari.
  10. Obat cacing gelang : 1 sendok teh serbuk buah legundi diseduh dengan 1/3 cangkir air panas, tambahkan 1 sendok makan madu, aduk. Hangat-hangat diminum. Boleh diulang sampai beberapa hari.
  11. Obat cacing : 3/5 genggam daun legundi setelah dicuci digodok  dengan 3 gelas air bersih, sampai tersisa 3/4 nya. Setelah dingin  lalu disaring, minum dengan air gula secukupnya. Sehari 3 x 3/4 gelas.
  12. Beri-beri : 1 genggam daun legundi digiling halus , dibungkus dengan daun pisang biji yang masih muda, lalu kukus selama 15 menit. Setelah dingin dipakai untuk menggosok dan melumaskan seluruh tubuh. Lakukan 2 kali sehari.
  13. Panas sehabis melahirkan (demam nifas) : 1/4 genggam daun legundi setelah dicuci bersih lalu digiling halus, beri matang 3/4 cangkir dan garam secukupnya, diperas dan saring, lalu minum. Lakukan 2 kali sehari.
  14. TBC : 3/5 genggam daun legundi dicuci lalu digodok 3 gelas air bersih sampai menjadi 2/4 gelas. Setelah dingin lalu disaring, minum dengan madu seperlunya 3 kali sehari, 3/4 gelas.

Leave a Reply