Direktori Tanaman Obat & Pengobatan

Kunyit | Curcuma longa Linn.

0

Kunyit termasuk dalam familia Zingiberaceae.

Sinonim : C. domestica Val, C. domestica Rimph, C. longa Auct, C. luna L.

Nama daerah : Jawa : kunyir, koneng, koneng temen, kunir, kunir bentis, temu kunig, konye, temo koneng . Kalimantan : kunit, janar, henda, kunyit, cahang, dio, kalesiau. Sumatera : kakunye, kunyet, kuning, nuhik, unik, odil, ondil, kondin, indre, kunyit, kunyir, jinten. Nusatenggara : kunyik, huni, kaungi, wingir, winguru, dingira, hingiri, kunita, kunyi, konyi, wingira, kewungi, kuneh, guni, kuma, kumoh, kunik,unik, hunik, kunir. Sulawesi : uinida, kuni, hamu, alawahu, kolalagu, pagidon, uni, kunyi, unyi, nuyik. Maluku : kurlai, lulu malai, ulin, tum, unin, ina, kunin, uni, unino, one, enenlo, kumino, unino, uninun, kunine, kunino, uni henal, kone, konik, kuni, kon, gurati, gulati, gogohiki, guraci. Irian : rame, kandeifu, nikwai, minggua, yau.

Nama asing : Turmeric.

Nama simplisia : Rhizoma curcumae domesticae atau rhizoma curcumae longae (rimpang kunyit).

Uraian tanaman : Kunyit tumbuh dan ditanam di Asia Selatan, China Selatan, Taiwan, Indonesia, dan Filipina. Tanaman ini tumbuh baik pada tempat-tempat terbuka atau sedikit naungan dengan drainase yang baik. Kunyit biasa ditanam sebagai tanaman penyedap atau pewarna serta sebagai bahan obat tradisional. Tanaman ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai ketinggian 2000 m di atas permukaan air laut, tumbuh liar di hutan jati, umumnya dibudidayakan atau ditanam di pekarangan.

Kunyit merupakan terna dengan tinggi 70 cm, berbatang pendek yang merupakan batang semu dan terbentuk oleh pelepah-pelepah daun, membentuk rimpang yang berwarna jingga dan bercabang-cabang. Setiap tanaman berdaun 3-8 helai.

Daunnya berupa daun tunggal, bertangkai panjang, berbentuk lanset lebar, ujung dan pangkal runcing, serta bertepi daun rata. Panjang daun 20-40 cm dan lebarnya 8-12,5 cm dengan pertulangan daun menyirip dan warna daun hijau pucat.

Bunganya berupa bunga majemuk, terminal, bersisik, dan mempunyai panjang gagang 16-40 cm, serta berwarna putih atau kuning muda.

Rimpang terdiri dari rimpang induk dan anak rimpang. Rimpang induk berbentuk bulat telur disebut empu atau kunir lelaki. Anak rimpang letaknya lateral dan berbentuk seperti jari (tabung). Kadang-kadang terdapat pangkal upih daun dan pangkal akar. Rimpang kunyit mempunyai panjang 2-6 cm, lebar 0,5 – 3 cm, dan tebal 0,3 – 1 cm.

Rimpang kunyit dipakai sebagai obat, yang dikumpulkan pada saat batang tumbuhan mulai menjadi layu atau mongering. Rimpang kunyit yang sudah besar dan tua (rimpang induk atau empu) berkhasiat sebagai obat. Kunyit tua mempunyai warna kulit coklat tua dan apabila diiris bagian dalamnya berwarna jingga terang kekuning-kuningan atau kemerah-merahan. Anak rimpang (lateral rhizomes) digunakan untuk penyedap atau pewarna masakan. Pewarna kuning dari kunyit selain digunakan untuk mewarnai berbagai macam bahan makanan, juga digunaka untuk mewarnai obat-obatan atau alat kecantikan.

Kunyit dikembangbiakkan dengan memecah rumpun atau menanam rimpang.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis : Rasa pahit, sedikit pedas, sejuk, tidak beracun dengan bau khas aromatic yang berfungsi melacarkan darah dan vital energi, menghilangkan sumbatan, peluruh haid (emenagog), antiradang (anti inflamasi), mempermudah persalinan, peluruh kentut, anti bakteri, memperlancar pengeluaran empedu (kolagogum), dan astringent.

Kandungan kimia : Rimpang mengandung minyak atsiri 3-5 % (turmerone, zingiberene, phellandrene, sesquiterpen alcohol, dan borneol), kurkumin (pewarna kuning), desmetoksikurkumin, bidesmetoksi kurkumin, pati, tannin, dan damar.

Bagian yang dipakai : Rimpang kunyit.

Kegunaan : 

  1. Demam, pilek dengan hidung tersumbat
  2. Rematik
  3. Diare, disentri
  4. Kadar lemak darah tinggi (hyperlipidemia)
  5. Nyeri dada, asma
  6. Rasa begah di perut (dyspepsia) dan dada
  7. Rasa baal di bahu
  8. Terlambat haid akibat darah tidak lancer
  9. Haid tidak teratur
  10. Sakit perut sehabis melahirkan
  11. Radang hidung, radang telinga, radang gusi
  12. Radang Rahim, keputihan
  13. Radang usus buntu
  14. Radang amandel (tonsillitis)
  15. Sakit kuning (jaundice), hepatitis
  16. Batu empedu (cholelithiasis)
  17. Tekanan darah tinggi

Pemakaian :

  • Untuk minum : Rebus 1-6 gr rimpang kering atau 4-20 gr rimpang segar lalu dibuat juice.
  • Pemakaian luar : Panggang rimpang yang tua lalu diparut dan dicampur dengan minyak kelapa. Adonan tersebut atau air perasannya dipakai untuk mengobati luka, bisul, atau bengkak.

Cara pemakaian :

  1. Demam : mencuci 20 gr rimpang segar lalu diparut dan ditambahkan ½ gelas air matang. Setelah itu, diaduk merata dan diperas dengan sepotong kain. Air perasannya diminum 2x sehari.
  2. Dispepsia (perut kembung, nyeri, mual, tidak napsu makan) : membersihkan 50 gr kunyit segar lalu diparut dan ditambahkan 3 sendok air minum lalu diaduk merata. Setelah itu, diperas dan disaring, kemudian dibagi untuk 3 x minum.
  3. Terlambat haid : merebus campuran rimpang kunyit dan daun srigading maisng-masing 15 gr, biji pala dan kapulaga 10 gr, ketumbar, jinten, dan cengkeh masing-masing 5 gr dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dan dibagi untuk 3 x minum.
  4. Hidung tersumbat akibat flu : sepotong kunyit diiris-iris secukupnya lalu direbus dengan 1 gelas air sampai mendidih. Uapnya dihirup melalui hidung yang tersumbat.
  5. Eksim : memarut sepotong kunyit (sebesar ibu jari) lalu ditambahkan 1 sendok teh air kapur sirih dan perasan 1 buah air jeruk nipips kemudian diaduk sampai merata. Adonan tersebut dioleskan pada bagian tubuh yang sakit.
  6. Diare : mengirs tipis-tipis sepotong kunyit segar sebesar ½ jari tangan lalu direbus dengan 1 gelas air bersih sampai tersisa 1/3 gelas. Setelah itu, ditambahkan satu sendok teh air kapur sirih dan diaduk sampai merata. Setelah dingin disaring lalu diminum. Lakukan 3 x sehari sampai sembuh.
  7. Diare dengan lender dan darah : mencuci bersih segenggam patikan cina berikut akarnya, empu kunyit, pulasari dan temulawak masing-masing sebesar ½ ibu jari (diiris tipis-tipis) dan 5 butir adas lalu direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 x minum, pagi dan sore hari.
  8. Keputihan : kunyit sebesar ibu jari yang cukup tua dibuang kulitnya lalu diparut dan ditambahkan ¾ cangkir larutan air asam dan larutan gula jawa secukupnya kemudian diaduk merata. Setelah itu, diperas dengan sepotong kain dan diminum. Lakukan setiap hari.
  9. Radang Rahim, keputihan, Radang usus buntu, hepatitis, sakit kuning : mencuci bersih ½ jari empu kunyit lalu diparut dan ditambahkan 2 sendok makan air minum dan 1 sendok makan madu. Setelah itu, diperas dan disaring kemudian diminum. Lakukan 3 x sehari sampai sembuh.
  10. Menghilangkan bau badan : memarut kunyit sebesar ibu jari lalu ditambahkan ¾ cangkir air hangat dan diaduk merata. Setelah itu, disaring dan diminum.
  11. Gatal akibat cacar air : mencuci bersih segenggam daun asam dan sepotong empu kunyit lalu digiling halus sampai menjadi adonan seperti bubur. Setelah itu, dipakai untuk mengoles bagian badan yang gatal.
  12. Radang gusi : mencuci 3 potong gambir dan ½ jari empu kunyit lalu diiris tipis-tipis dan direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, dipakai untuk kumur-kumur. Lakukan 3-4 kali sehari.
  13. Radang amandel : mencuci ¾ jari empu kunyit lalu diparut dan ditambahkan 2 sendok makan air minum dan diaduk sampai merata lalu diperas. Air perasannya ditambah 1 butir kuning telur ayam dan sedikit air kapur sirih. Adonan dikocok merata lalu diminum. Lakukan 1-2 kali sehari.
  14. Tekanan darah tinggi : mencuci ½ jari empu kunyit lalu diparut dan ditambahkan 1 sendok makan madu lalu diaduk merata. Setelah itu, diperas dan diminum. Sehari 2-3 kali sehari .
  15. Luka-luka di kaki : menggiling halus 1 jari empu kunyit dan asam kawak sebesar kelereng sampai menjadi adonan seperti saleb. Oleskan adonan tersebut pada luka.
  16. Sesak napas : menggiling halus ½ jari empu kunyit dan sepotong gambir lalu ditambahkan 1 sendok teh air kapur dan diaduk sampai merata. Setelah itu, diperas dan disaring, kemudian diminum.

Catatan :

-Efek samping : sering buang air besar dan sedikit rasa tidak enak pada lambung, dapat timbul pada beberapa orang yang memakai ramuan ini.

-Obat paten : Rheumakur soft capsul

Leave a Reply