Direktori Tanaman Obat & Pengobatan

Kumis Kucing | Orthosiphon spp.

0

Kumis kucing masuk dalam familia Labiate (Lamiaceae)

Sinonim : O, longiflorum Ham, O. grandflorum et aristatum Bl, O. spiralis Merr, O. stamineus Benth, Cledrodendranthus spicatus (Thunb.), C. Y. Wu, Richostemma spiralis Lour, Orhosiphon grandalis Lour, Orthosiphon grandiflorus Bold.

Nama daerah : Indonesia : Kumis kucing, Sumatera : Kumis kucing (Melayu). Jawa : Kumis kucing (Sunda), remujung (Jawa), sesalaseyan, soengot koceng (Madura).

Uraian tanaman : Terna tumbuh tegak, pada bagian bawah berakar di bagian bawah berakar di bagian buku-bukunya, tinggi 1-2 m, batang segi empat agak beralur, berbulu pendek atau gundul. Daun tunggal, bundar telur lonjong, langset atau belah ketupat, berbulu halus, pinggir bergerigi kasar tak beratur, kedua permukaan berbintik-bintik karena ada kelenjar minyak atsiri. Bunga berupa tandan yang kelaur dari ujung cabang, warna ungu pucat atau putih (ada yang warna biru atau putih), benangsari lebih panjang ari tabung bunga. Buah geluk warna coklat gelap. Tumbuh di dataran rendah dan daerah ketinggian sedang.

Bagian yang dipakai : Seluruh tumbuhan, basah atau kering (dianginkan dahulu, lalu dijemur di panas matahari).

Sifat kimiawi dan efek farmakologis : Manis sedikit pahit, sejuk, anti inflammatory (anti radang), peluruh air seni (diuretic), menghancurkan batu saluran kencing.

Kandungan kimia : Mengandung ortosifon glikosida, zat lemat, minyak atsiri, minyak lemak, saponin, sapofonin, garam kalium, dan mioinisitol.

Kegunaan : 

  1. Infeksi ginjal (Acute dan chronic nephritis), infeksi kandung kemih (Cystitis).
  2. Sakit kencing batu.
  3. Encok (Gout arthritis).
  4. Peluruh air seni (Diuretik).
  5. Menghilangkan panas dan lembab.

Pemakaian : 30-60 gr (kering) atau 90-120 gr (basah) direbus, atau yang kering / basah diseduh sebagai teh.

Cara pemakian : 

  1. Infeksi ginjal akut dan kronis
    Cuci bersih daun kumis kucing segar, meniran, dan akar alang-alang masing-masing 30 gram, lalu dipotong. Rebus dalam 3 gelas air hingga tersisa separuhnya. Setelah dingin, air tersebut diminum tiga kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.
  2. Hipertensi
    Cuci kumis kucing segar sebanyak 30 gram, daun sendok, dan rumput lidah ular. Rebus dalam 3 gelas air sampai hanya tersisa 1 gelas. Tetelah dingin, saring, airnya diminum 1/2 gelas sebanyak 2 kali sehari.
  3. Kencing batu
    a. Cuci 90 gram kumis kucing lalu direbus dalam 1 liter air hingga mendidih dan tersisa 750 cc. Setelah dingin, minum sebanyak 3 kali sehari masing-masing 1/3 bagian hingga penyakit sembuh
    b. Sebanyak 25 gram daun kumis kucing, 25 gram daun ngokilo, 25 gram daun meniran dengan akarnya, 25 gram daun keji beling dicuci lalu direbus dengan 4 gelas air sampai mendidih. Minum air rebusan dalam sehari
    c. Sebanyak 3 genggam daun kumis kucing, 5 lembar daun keji beling dicuci lalu direbus dengan 2 gelas air. Minum airnya 2 kali sehari, pagi dan sore, selama 10 hari. Setelah 10 hari, ganti dengan rebusan jagung muda, 1 kali sehari. Hindari makan daging kambing, durian, dan makanan pedas,
  4. Rematik
    Lumatkan 1 sendok kecil daun kumis kucing dan 1 sendok makan daun meniran. Kemudian rebus dengan segelas air sampai tersisa 1/4nya. Saring dan minum
  5. Sakit pinggang
    Cuci 7 daun kumis kucing dan 2 potong akar kumis kucing. Rebus dengan 1 gelas air. Biarkan satu malam, lalu minum
  6. Radang ginjal
    Cuci 40 bunga dan daun kumis kucing, 3 belimbing wuluh tua, kemudian haluskan. Seduh dengan 2 gelas ir, minum 3 kali sehari. LAkukan selama 1 minggu
  7. Masuk angin
    Rebus 1 sendok daun kumis kucing dengan 1 gelas ir sampai tersisa setengahnya. Air diminum sekaligus
  8. Demam
    Cuci 100 gram akar kumis kucing lalu rebus dengan 3 gelas air. Setelah mendidih, saring, dan ambil airnya. Minum air rebusan 1 gelas sehari
  9. Kencing manis
    Daun kumis kucing 20 helai, daun sambiloto 20 helai, air 110 ml, dibuat infus. Diminum 1 kali sehari.

Leave a Reply