Direktori Tanaman Obat & Pengobatan

Krokot | Portulaca oleracea L.

0

Krokot termasuk dalam Familia Portulacaceae dengan nama sinonimnya P. Laevis Wall. dan P. Suffruticosa Thw. Tanaman ini merupakan terna menahun yang bercabang mulai dari pangkalnya  dan banyak mengandung air.

Krokot dapat ditemukan tumbuh liar di tempat-tempat terbuka yang terkena sinar matahari dan sering menjadi tanaman pengganggu (gulma) di perkebunan, pekarangan, tepi jalan, atau ditanam sebagai tanaman sayur. Tanaman ini diperkirakan berasal dari Brazil, yang dapat tumbuh dari dataran rendah sampai 1800 m di atas permukaan air laut.

Batangnya bulat, tumbuh tegak, dan sebagian/ seluruhnya terletak di atas tanah tanpa mengeluarkan akar yang berwarna coklat keunguan dengan panjang 10 – 50 cm.

Daunnya berupa daun tunggal, tebal berdaging, datar, duduk tersebar atau berhadapan serta bertangkai pendek. Bentuk daunnya bulat telur sungsang dengan ujung daunnya berbentuk bulat, melekuk ke dalam dan pangkal membaji. Tepi daun rata dan mempunyai panjang daun 1 – 4 cm dan lebarnya 5 – 14 mm. Ketiak daun tidak berambut dengan permukaan atas daun berwarna hijau tua dan permukaan bawah berwarna merah tua.

Letak bunganya duduk, berkelompok 2 – 6 dan keluar dari percabangan dengan daun mahkota lima, kecil-kecil dan berwarna kuning. Bunganya mekar pada pagi hari antara pukul 08.00 – 11.00 siang dan layu menjelang sore.

Buahnya berupa buah kotak, berbiji banyak dan berwarna hitam coklat mengkilat. Krokot dikembangbiakkan dengan bijinya.

Krokot mempunyai rasa masam. Tanaman ini dapat menurunkan panas (antypiretik), menghilangkan sakit (analgetik), peluruh kencing (diuretik), anti-toksik, penenang (sedative), menurunkan gula darah, anti skorbut (karena kekurangan vitamin C), menguatkan jantung, (cardiotonic), menghilangkan bengkak dan melancarkan darah.

Kandungan kimia yang terdapat dalam tanaman ini antara lain KCL, KSO4, KNO3, nicotinic acid, tanin, saponin, vitamin A, B, C, l-noradrenalin, noradrenalin, dopamin, dan dopa.

Seluruh tumbuhan baik yang segar maupun yang telah dikeringkan dapat digunakan untuk pengobatan. Cara mengeringkan herba tersebut yaitu dengan mencuci bersih herba kemudian diuapkan lalu dijemur dan digiling menjadi bubuk untuk disimpan.

Beberapa penyakit yang dapat diobati menggunakan herba ini antara lain :

-Disentri, diare akut

-Radang akut usus buntu ( appendicitis acuta)

-Radang payudara (mastitis)

-Wasir berdarah (Hemorrhodal bleeding)

-Badan sakit dan pegal (rheumatism)

-Keputihan

-Gangguan sistem saluran kencing

-Sakit kuning (Hepatitis)

-Cacingan dan sesak napas (biji dan buahnya).

-Bisul, eczema, borok, erysipelas, gigitan ular dan serangga

Pengobatan menggunakan herba untuk pemakaian dalam dapat dilakukan dengan cara merebus 9 – 13 gr herba kemudian menggunakan air rebusan untuk diminum atau melumatkan 60 – 120 gr herba segar lalu diperas dan airnya diminum. Sedangkan untuk pemakaian luar dapat dilakukan dengan cara melumatkan herba segar atau yang sudah menjadi bubuk kemudian diaduk dengan air dan ditempelkan ke tempat yang sakit. Untuk mencuci luka bisa dengan menggunakan air rebusan herba yang telah dingin.

Cara pengobatan menggunakan krokot untuk beberapa penyakit dapat dijelaskan lebih rinci sebagai berikut :

-Radang akut usus buntu :
1. Mencuci segenggam herba segar kemudian ditumbuk lalu diperas sampai terkumpul 30 ml. Setelah itu, tambahkan gula putih secukupnya dan air matang yang sudah dingin sampai menjadi 100 ml, lalu diminum. Lakukan 3x sehari.
2. Merebus campuran krokot dan jombang (Taraxacum officinale) masing-masing 60 gr dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas kamudian dibagi untuk 3 kali minum.

-Luka gigitan lipan : mencuci bersih herba segar kemudian ditumbuk sampai halus dan diperas. Airnya dipakai untuk mengoles luka bekas gigitan.

-Borok, eczema, radang kulit : mencuci herba segar kemudian menumbuk sampai halus dan diperas lalu ditambahkan garam. Dipakai untuk menurap bagian yang sakit.

-Disentri : menguapkan 550 gr herba segar selama 3 – 4 menit lalu ditumbuk halus dan diperas sampai terkumpul air perasan kira-kira 150 cc. Minum sebanyak 50 cc, 3 x sehari.

-Sakit kuning, radang gusi : merebus 200 gr krokot kemudian menggunakan air rebusannya untuk diminum.

-Keputihan : membuat juice dengan 200 gr krokot kemudian diambil airnya. Setelah itu, masukkan putih telur dan ditim. Makan selagi hangat.

-Demam : merebus krokot sebentar tetapi tidak boleh terlalu matang kemudian dimakan.

-Gugup, gelisah : mengukus / menguapkan herba segar sebentar lalu digiling halus dan diperas. Kemudian menggunakan air perasannya untuk diminum.

-Jantung berdebar : mencuci bersih 4 batang tanaman krokot lalu digiling halus kemudian tambahkan 1/2 cangkir air masak dan 1 sendok madu. Setelah itu, diperas dan disaring lalu diminum. Lakukan 2x sehari.

-Bisul : minum teh krokot setiap hari

-Kencing darah : merebus campuran 100 gr krokot dan 25 gr daun sendok (Plantago mayor L.) kemudian menggunakan air rebusannya untuk diminum.

 

Catatan :

-Wanita hamil dilarang mengkonsumsi tanaman obat ini

-Tanaman obat ini sudah dibuat obat paten

 

Leave a Reply