Direktori Tanaman Obat & Pengobatan

Ki Tolod | Isotoma longiflora Presl.

0

Ki tolod termasuk dalam Familia Campanulaceae

Sinonim : Laurentia longiflora (L.) Peterm.

Nama daerah : Sunda : ki tood, daun  tolod. Jawa : kendali, sangkobak.

Nama asing : Melksterretje, ster van Bethleha, mort a cabri , quebec.

Nama simplisia : Tolod.

Uraian tanaman : Tanaman ini berasal dari Hindia Barat dan tumbuh liar di pinggir saluran air atau sungai, pematang sawah, sekitar pagar dan tempat-tempat lainnya yang lembab dan terbuka. Tanaman ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 1100 m di atas permukaan air laut.

Ki tolod merupakan terna tegak yang tingginya mencapai 60 cm, bercabang dari pangkalnya, serta bergetah putih yang rasanya tajam dan mengandung racun.

Daunnya berupa daun tunggal, duduk, berbentuk lanset, dan permukaannya kasar. Ujung daunnya runcing, pangkalnya menyempit, dan tepi daun melekuk ke dalam, bergerigi sampai melekuk menyirip. Panjang daun 5-17 cm dan lebarnya 2-3 cm, serta berwarna hijau.

Bunganya tegak, tunggal yang keluar dari ketiak daun, dan bertangkai panjang. Mahkotanya berbentuk bintang dan berwarna putih.

Buahnya berupa buah kotak berbentuk lonceng yang merunduk dan merekah menjadi dua ruang serta berbiji banyak.

Tanaman ini dikembangbiakkan dengan biji, stek batang atau anakan.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis : Getahnya beracun. Anti radang.

Kandungan kimia : Senyawa alkaloid yaitu lobelin, lobelamin, dan isotomin.

Bagian yang dipakai : Daun, bunga, atau seluruh tanaman Ki tolod dapat digunakan untuk pengobatan.

Keguaan :

  1. Daun :
    -Sakit gigi
    -Asma, bronchitis, radang tenggorok
    -Obat luka
  2. Bunga :
    -Obat tetes mata
  3. Seluruh bagian tanaman :
    -Digunakan sebagai obat kanker

Pemakaian :

  • Untuk minum : 3 lembar daun, direbus.
  • Pemakaian luar : Daun dicuci bersih lalu dilumatakan, letakkan ditempat yang sakit.

Cara pemakaian : 

  1. Bronchitis, radang tenggorok : mencuci 3 lembar daun  lalu direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, disaring lalu diminum. Lakukan 2 kali sehari, pagi dan sore hari.
  2. Sakit gigi : mencuci 2 lembar daun lalu ditumbuk halus dan ditaruh pada lubang gigi yang sakit.
  3. Obat luka : mencuci daun segar secukupnya lalu ditumbuk sampai halus dan ditempelkan pada luka, kemudian dibalut dengan kain bersih. Ganti 2-3 kali sehari.

 

Catatan :

Tanaman ini beracun.  Untuk sekali minum tidak boleh lebih dari 3 lembar daun.

Leave a Reply