Direktori Tanaman Obat & Pengobatan

Kembang Sepatu | Hibiscuc rosa-sinensin Linn.

0

Kembang sepatu masuk dalam familia Malvaceae

Nama daerah : Sumatera : Bungong raja, bunga-bunga, soma-soma, bunga raja, kembang sepatu. Jawa : Uribang, kembang wera, wora-wari, bunga rebhang, madhaleka. Nusatenggara : Pucuk, waribang. Sulawesi : Amburanga, embuhanga, kunyanga, ulango, bunga bisu, bunga sepatu. Maluku : Hua hualo, ubo-ubo. Irian : Dioh, gerasa, kando.

Uraian tanaman : Perdu, tegak, bercabang, tinggi 1-4 m, tumbuh di dataran rendah sampai pegunungan. Dipelihara oarang di halaman sebagai tanaman hias atau tanaman pagar karena bunganya yang berwarna macam-macam. Daun tunggal, bertangkai dengan panjang 1-2,7 cm, letak berseling dengan bentuk daun bulat telur, ujung meruncing, tepi bergerigi kasar dan tulang daun menjari. Panjang daun 3,5-9,5 cm, dengan lebar 2-6 cm, dengan daun penumpu, berbentuk garis. Bunga tunggal, keluar dari ketiak daun,  tidak atau sedikit mengantung, dengan tangkai bunga beruas. Warnanya bermacam-macam, ada yang merah, dadu, oranye, kuning, putih dan sebagainya. Dahulu bunganya sering digunakan untuk mewarnai kain, makanan, dan dipakai untuk menggosok sepatu supaya mengkilat, sehingga disebut kembang sepatu. Perbanyakan dengan setek.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis : Rasa manis, netral. Anti radang, anti viral, diuretik, menormalkan siklus haid (regulantes menses), peluruh dahak (ekspektoran).

Kandungan kimia : 
– Daun : Taraxeryl acetate.

– Bunga : Cyanidin-diglucoside.

– Hibisetin, zat pahit, lendir.

Bagian yang dipakai :  Daun, bunga. Pemakaian segar atau kering.

Kegunaan : 

  • Bunga : Batuk berdahak, mimisan, disentri, infeksi saluran kencing, haid tidak teratur.
  • Daun : Bisul, radang kulit, mimisan, gondongan.

Pemakaian : 
Daun : 15-30 gr.
Kering : 3-9 gr kering atau 15-30 gr segar.
Digodok, minum.

Pemakaian luar : Daun dan bunga untuk bisul, radang kulit bernanah, radang payudara (mastitis), radang saluran dan kelenjar limfe (lymphadentis). Herba segar dilumatkan dan dibubuhi untuk bobok/tapel dibagian badan yang sakit.

Cara pemakaian : 

  • Gondongan :
    – 30 gr daun atau bunga segar digodok, minum.
    – Daun atau bunga segar dilumatkan bersama daun Hibiscus mutabilis segar, untuk pemakaian setempat.
  • Batuk rejan, radang saluran napas : 2 kuntup bunga dicuci, lalu digiling halus, tambahkan 1/2 cangkir air masak, diberi garam sedikit, kemudian diperas dan disaring. Minum 2 kali sehari.
  • Batuk lendir dan darah : 2 kuncup bunga diremas dalam 2 gelas air, biarkan tertutup semalaman. Keesokan harinya disaring, tambahkan beberapa sendok teh madu, minum pagi hari sebelum makan.
  • TBC : 3 kuntum bunga dicuci bersih lalu digiling halus. Tambahkan 1/2 cangkir air masak dan 1 sendok makan madu. Diperas lalu disaring, minum 3 kali sehari.
  • Kencing nanah menjadi 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring, diminum dengan madu secukupnya. Sehari 3 kali 3/4 gelas.
  • Melancarkan haid/kadang-kadang abortivum : 3 kuntum bunga dicuci lalu digiling halus, tambahkan 3/4 cangkir air masak dan cuka secukupnya, diperas lalu disaring. Minum 2-3 kali sehari.
  • Meringankan radang selaput lendir hidung : mansi uap dengan daun dan bunga yang diiris halus-halus.

 

 

Leave a Reply