Direktori Tanaman Obat & Pengobatan

Kembang Pukul Empat | Mirabilis Jalapa L.

0

Kembang pukul empat masuk dalam familia Nyctaginaceae

Sinonim : Jalapa congesta Moench, Nyctago horensis Bot.

Nama daerah : Indonesia : Kembang pukul empat. Sumatera : Kembang pagi sore, kembang pukul empat, bunga waktu kecil. Jawa : Kederat, segerat, tegerat. Nusatenggara : Noja, koderat, bungga ledonosok, loro laka. Sulawesi : Pukul ampa, turaga, bodoko sina, bunga tete apa, bung-bunga paranggi, bunga-bunga parengki. Maluku : Kupa oras, cako raha.

Uraian tanaman : Kembang pukul empat merupakan herba tahunan, tumbuh tegak dengan tinggi 20-80 cm, berasal dari Amerika Selatan, dan banyak ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan atau sebagai pembatas pagar rumah. Tumbuh di dataran rendah yang cukup mendapat sinar matahari maupun di daerah perbukitan. Termasuk suku kampah-kampahan, berbatang basah. Daunnya berbetuk jantung dengan panjang 2-11 cm dan lebar 8 mm-7 cm, berwarna hijau tua, pangkal daun membulat dengan ujung meruncing, tepi daun rata, letaknya berhadapan, mempunyai tangkai daun yang panjangnya 6 mm-6 cm. Bunganya berbentuk terompet dengan banyak macam warna antara lain merah, putih, jingga, kuning, dan kombinasi atau belang-belang. Mekar di waktu sore hari dan kuncup kembali pada pagi hari menjelang fajar. Buahnya keras, berwarna hitam, berbentuk telur, dan dapat dibuat bedak. Kulit umbinya berwarna coklat kehitaman, berbentuk bulat memanjang dengan panjang 7-9 cm dan diameter 2-5 cm, isi umbi berwarna putih.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis :  Tidak berbau, manis, rasa netral sejuk. Anti radang, peluruh air seni, memperlancar sirkulasi dan menghilangkan hambatan aliran darah.

Kandungan kimia : Biji kembang pukul empat mengandung betaxanthis. Buahnya mengandung zat tepung; 4,3% lemak; 24,2% zat asam lemak; dan 46,9% zat asam minyak.

Bagian yang dipakai : Akar, daun dan buah, dapat dipakai untuk pemakaian luar.

Kegunaan : 

  1. Radang amandel (tonsillitis).
  2. Infeksi radang kencing (genito-urianry tract, infection), prostatitis.
  3. Kencing manis (DM), kencing berlemak (chyluria).
  4. Keputihan (leucorrhea), erosi mulut rahim (cervical erosion).
  5. Radang sendi yang akut (Acute arthritis).

Pemakaian : Akar 9-15 gr kering atau 15-30 gr segar.

Pemakaian luar : Pembengkakan payudara (acute mastitis), bisul, koreng, luka terpukul, ezcema. Lumatkan tanaman segar untuk pemakaian luar atau rebus dengan air secukupnya untuk cuci. Daun bersifat maturatif (mempercepat pematangan bisul).

Cara pemakaian :

  1. Radang sendi akut (acute arthritis)
    – Rebus akar kembang pukul empat lalu minum airnya. Bila badan panas tambahkan tahu, bila badan dingin tambahkan kaki sapi.
    – Rebus 120 gr bunga putih lalu minum airnya
  2. Bisul
    – layukan daun kembang pukul empat di atas api. Lubangi bagian tengahnya lalu letakkan di atas bisul yang sebelumnya sudah diolesi minyak kemiri.
    – cuci kemudian lumatkan 10 lembar daun kembang pukul empat. Tambahkan air garam secukupnya lalu tempelkan pada bisul dan balut dengan kain.
    – Buang kulit akar segar, kemudian lumatkan dan tambahkan gula enau. Tempelkan pada bisul, sehari diganti 2 kali.
  3. Jerawat
    – Buatlah tepung bedak dari buah kembang pukul empat. Tambahkan air kemudian oleskan pada bagian yang berjerawat.

PERHATIAN: wanita hamil dilarang mengkonsumsi obat ini. Tidak diperbolehkan menggunakan bahan dari besi (panci, sendok, dll) untuk merebus.

Leave a Reply