Direktori Tanaman Obat & Pengobatan

Kelapa | Cocos nucifera L.

0

Kelapa termasuk dalam Familia Arecaceae (Palmae). Kelapa adalah pohon yang mempunyai tinggi mencapai 20 – 30 m dengan diameter 40 cm dan membesar pada pangkalnya.

Batangnya ramping dan tegak lurus, tidak bercabang, dengan bekas daun yang lepas. Daun kelapa merupakan daun majemuk menyirip yang tumbuh berkumpul di ujung batang membentuk roset batang dengan panjang helaian daun mencapai 5 m. Pangkal tangkai daunnya melebar menjadi upih dan membalut batang. Anak daunnya panjang, keras seperti kulit dan mempunyai ujung runcing serta mudah rontok.

Kelapa mempunyai bunga kecil-kecil yang berwarna kuning putih dan berkelamin tunggal yang terdapat dalam satu pohon. Bunga tersebut tersusun dalam karangan berupa tongkol yang bercabang dan dikelilingi oleh seludang bunga.

Buahnya merupakan buah batu berbiji satu dengan diameter sekitar 15 cm dan mempunyai 3 mata lembaga dekat pangkal buah. Buahnya berbentuk bulat telur sungsang dengan diameter sekitar 25 x 17 cm dan terbukus serabut tebal dan mempunyai kulit dalam keras seperti tulang, berisi air dan daging yang mengandung santan.

Kelapa umumnya ditanam di tepi pantai pada tanah yang berpori dan kaya humus. Kelapa masih dapat berbuah sampai ketinggian 700 m di atas permukaan air laut. Pohon ini diperbanyak dengan biji.

Seluruh bagian pohon kelapa dapat dimanfaatkan oleh manusia. Dalam keadaan darurat, air kelapa muda dapat digunakan sebagai cairan infus. Kandungan kimia dan sifat kimiawi yang terdapat pada masing-masing bagian kelapa adalah sebagai berikut :

-Daun : mengandung cocositol dan mempunyai rasa pahit dan netral.

-Daging buah : mengandung minyak lemak, karbohidrat, protein, stigmasterin, fitosterin, kolin, asam undekanoat, asam tridekanoat, vitamin A, B, C, dan E serta mempunyai rasa manis dan netral.

-Minyak : mengandung stigmastatrienol, stigmasterol, dan fucosterol.

-Santan : mengandung glukosa, sakarosa, protein, asam karbonat, enzym (sacharase, oxidase, catalase, dan diastase), tanin dan air. Santan kelapa mempunyai rasa manis dan hangat.

-Air kelapa : mengandung glukosa (buah muda), sakarosa (buah masak), mineral, dan enzym.

-Tempurung : mengandung zat kapur, serat, pentose, dan minyak atsiri.

Bagian kulit akar, daun, tempurung, minyak, santan, dan daging buah kelapa dapat digunakan untuk pengobatan. Beberapa penyakit yang dapat diobati menggunakan masing-masing bagian kelapa antara lain :

-Daun : mengobati mimisan, sakit maag, muntah, dan mencret.

-Tempurung : mengobati rematik.

-Daging buah : mengobati cacingan, fasciolopsiasis, sembelit, luka, dan sebagai pencahar.

-Minyak : mengobati kurap, kudis, radang kulit, kulit terbakar atau tersiram air panas.

-Santan : mengobati kencing manis, muntah darah, bengkak, menghilangkan hawa panas, menambah berat badan anak, rasa lemah, demam, gangguan saluran kencing, dan cacingan.

-Air kelapa : mengobati keracunan makanan, kolera, TBC, syphilis, gangguan pada saluran kencing, demam, menghilangkan haus, sebagai peluruh kencing dan pembersih darah, sebagai penawar (antidote) pada keracunan arsenic; biji Croton ; Jatropha (jarak pagar); dan Aleuritis dari Familia Euphorbiaceae.

-Akar : mengobati demam, disentri, gangguan sistem reproduksi (uterine disease), bronchitis, gangguan hati, peluruh kencing, penurun panas, penawar racun, pencegah kehamilan dan keputihan.

-Abu kulit batang : mengobati scabies dan sakit gigi.

-Tangkai bunga segar : mengobati sembelit (habitual constipation), sebagai peluruh kencing, pendingin dan pencahar.

Pengobatan menggunakan kelapa dilakukan dengan cara meminum air kelapa dengan dosis satu kali 1 buah dan untuk anak-anak separuhnya saja. Cara pengobatan untuk masing-masing penyakit dijelaskan lebih rinci sebagai berikut :

-Muntah-muntah : merebus daun dan tangkai kelapa kemudian menggunakan air rebusannya untuk diminum.

-Fasciolopsiasis : memakan daging buah pagi hari sebelum makan, untuk dewasa 160 gr dan untuk anak-anak 80 gr. Setelah beberapa jam baru makan bubur.

-Menyuburkan rambut : mencampur minyak kelapa dengan sirih dan lemon kemudian mengoleskannya pada rambut.

-Sakit tenggorok : merebus akar muda kemudian menggunakan air rebusan untuk berkumur-kumur.

-Ganggren, borok yang membandel, bisul batu : mencuci tangkai bunga segar kemudian dibuat juice dan mencampurkan air juice dengan tepung beras lalu dipanaskan. Setelah itu, akan terbentuk cairan seperti tajin dan digunakan untuk mengoleskan ke tempat yang sakit.

-TBC , kolera, kencing nanah : 1 buah kelapa hijau muda dipangkas bagian atas dan bawahnya lalu dibuat lubang seperlunya. setelah itu, panaskan di atas bara api sampai mendidih selama 10 – 15 menit, lalu diangkat. Minum setelah dingin 1 – 2 x sehari.

-Borok : mengikis tempurung kelapa yang telah dibuang sabutnya kemudian ditaburkan pada borok.

-Keracunan makanan (jamur, jengkol, singkong, tempe bongkrek, udang) : mencampur 3/4 gelas minum air kelapa hijau muda dengan  1 sendok makan madu murni atau garam sebesar biji randu kemudian diaduk lalu diminum 1 x 2sehari.

-Luka bakar : mencampur minyak kelapa dengan kapur sirih lalu diaduk rata sampai sama seperti salep.  Oleskan pada bagian yang melepuh.

-Cacing kremi : memarut 3 – 4 buah wortel lalu mencampur air perasannya dengan 2 sendok santan kental dan sedikit garam kemudian diminum.

-Disentri : merebus campuran dari 1 sendok teh biji adas, 10 gr akar pegagan, 1/2 jari tangan kayu pulosari, 1 jari tangan kayu manis, 1 sendok teh kayu secang, 1 sendok teh kayu angin, 2 kayu ules, 1 bawang merah, 1 sendok teh gula jawa, 5 batang akar tapak liman, 5 batang akar bayam hijau dengan  1,5 liter air sampai tersisa 1 liter air. Bila penderita haus, ramuan ini diminumkan sebanyak satu cangkir.

-Frambusia (patek) : meminum air kelapa hijau muda sebanyak 3 x sehari.

 

Catatan :

-Terlalu banyak meminum air kelapa dapat menyebabkan susah kencing dan terasa nyeri (Strangury)

-Kulit buah kelapa sawit mengandung betakaroten (provitamin A) yang dapat digunakan untuk obat kanker paru-paru dan payudara.

-Arang tempurung kelapa dipakai sebagai bahan penyerap.

 

Leave a Reply