Direktori Tanaman Obat & Pengobatan

Kasingsat – Cassia occidentalis Linn

Manfaat Kasingsat - Cassia occidentalis Linn (Wang jiang nan)
0

Kasingsat masuk dalam familia Caesalpiniaceae (Leguminosae)

Sinonim :  C. caroliniana Walt, C. foetida Pers, Senna occidentalis Roxb.

Nama daerah : Kasingsat, cinyingsat (Sunda), meting, senting (Jawa), kopi andelan (Sumatera), bulingang alas (Simalur).

Uraian tanaman : Perdu setahun yang tumbuh tegak, tinggi 1-2 m, banyak bercabang dan dibagian pangkalnya berkayu. Tanaman ini dapat ditemukan di pinggir jalan, semak-semak, dan sering di sekitar perumahan. Asal dari Amerika tropis, sekarang tersebar mulai dari dataran rendah sampai sekitar 1200 mdpl,. Tumbuh baik di tanah merah lembab dan di tempat yang cukup mendapat sinar matahari. Sampai umur 6 bulan, menghasilkan banyak daun yang berguguran sewaktu bijinya menjadi masak. Tanaman ini banyak menghasilkan biji. Daunnya daun menyirip genap dengan 5 pasang anak daun yang berbentuk bulat telur dengan panjang 2-6 cm dan lebar 1-2 cm, ujungnya runcing, pangkalnya membulat dan warnanya hijau  tua. Anak daun dibagian ujung lebih besar dari pada anak daun di bagian pangkal ibu tangkai daun. Tankai daun pendek. Batang tanaman ini bersegi, warnanya hijau dengan alur warna merah tengguli, dipenuhi rambut halus. Bunganya bunga majemuk warna kuning, keluar dari ketiak daun atau di ujung ranting, buahnya buah polong. Buah muda dan polongnya yang belum masak dapat dikukus dan dimakan dengan nasi. Bijinya gepeng, lonjong, satu sudut agak meruncing, tengahnya agak mencekung. Bijinya yang tua setelah dipanggang atau disangrai, kemudian ditumbuk, dapat diseduh sebagai pengganti kopi, dan di luar negeri disebut coffee senna. Tanaman ini dikembangbiakkan dengan biji.

Sifat kimia dan farmakologis : Rasa pahit, dingin, agak beracun. Pengobatan radang mata, perangsang napsu makan, pencahar (Laxans), anti radang.

Kandungan kimia : Daun mengandung dimeric anthrone gliosida, suatu pencahar yang sangat  poten. Akar mengandung 1,8-dihydroxy-anthraquinone, alfa-hydroxy-antharaquinone, emidin, quercetin, heterodianthrone, chrysophanol.

Bagian yang dipakai : Daun, batang, biji dan akar. Keringkan dibawah sinar matahari.

Kegunaan :

  1. Sakit kepala
  2. Sulit BAB (Habitual constipation), dysentri, diare kronis, nyeri ulu hati (gastritis).
  3. Batuk, sesak napas (asthama), radang paru.
  4. Radang mata, hepatitis.
  5. Batang dan daun dipakai luar pada gigitan ular dan serangga.

Pemakaian :

  1. untuk minum : 10-15 gr digodok atau diperas airnya, minum.
  2. pemakaian luar : dilumatkan, dibubuhkan ketempat yang sakit.

Cara pemakaian :

  1. Sakit kepala berulang : 30 gr daun, godok dengan air, minum setelah dingin.
  2. Keputihan (fluor abus) : Daun muda yan dikukus dan dimakan sebagai lalab berkhasiat terhadap keputihan.
  3. Digigit ular : segenggam daun segar dilumatkan, kemudain diperas, airnya diminum dan ampasnya dibubuhi pada luka gigitan.

Perhatian : Wanita hamil dilarang pakai!

Leave a Reply