Direktori Tanaman Obat & Pengobatan

Kangkung – Ipomea aquatica Forsk.

Kangkung - Ipomea aquatica Forsk. (Weng cai)
0

Kangkung  masuk dalam familia Convolvulaceae

Sinonim : I. repens Roth, I. reptans Poir, Convolvulus repens Vahl

Nama daerah : Sumatera : rumpun, kalayau, kangkueng, lalidik. Jawa: kangkung, kangking. Nusatenggara :  pangpung, lara, nggongoda, angodono. Sulawesi : kangko, kanto, tatanggo, tanggo, naniri, lare. Maluku : utangko, beehob, takako, kangko.

Uraian tanaman : Terna semusim, panjang 30-50 cm, merambat pada lumpur, tempat-tempat yang basah seperti di tepi kali, rawa-rawa atau terapung di atas air. Dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 1000 mdpl. Batangnya beruas dan berongga, daun tunggal dengan tangkai panjang yang tumbuh berseling, bentuk daun segitiga memanjang dengan warna hijau tua pada permukaan atas dan hijau muda dibagian bawah, tepi rata, pangkal berbentuk baji dengan ujung runcing, panjang 6-15 cm dan lebar 1-9 cm. Karangan bunga keluar dari ketiak daun,  bunganya tumbuh tegak, bentuknya seperti corong, mahkota bunga berwarna ungu muda dengan tepi pucat atau putih. Buahnya buah kotak dengan bentuk bulat berbiji 2-4. Daun dan batangnya dimakan sebagai sayur. Perbanyakan dengan stek batang.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis : Seluruh tanaman mempunyai rasa manis, tawar, sejuk. Masuk meridian usus dan lambung. Menghilangkan racun (antitoksin), anti radang, peluruh kencing (diuretik), penghenti perdarahan (hemistatik), sedatif. Akar bersifat, nertral.

Kandungan kimia : Protein,kalsium, fosfor, besi, vit A, B1, C, karoten, hetriakontan, sitosterol.

Bagian yang dipakai : seluruh tanaman atau akar, pemakaian segar.

Kegunaan : Seluruh tanaman

  1. Keracunan makanan
  2. Keracunan gelsemium elegans, arsenic, makanan anjing, keracunan jamur/cedawan liar.
  3. Air kemih sedikit (oliguria), air kemih berdarah atau kencing nanah.
  4. Mimisan (epistaxis), batuk darah, wasir (hemorrhoid) berdarah
  5. Susah buang air besar (sembelit), terkilir
  6. Digigit ular, serangga

Akar : digunakan pada penyakit keputihan, batuk lama, gusi terasa sakit, keringat dingin.

Pemakaian untuk pengobatan tradisional :

  1. Untuk minum : 250-500 gr kangkung segar digodok atau digiling halus, lalu peras (di jus)
  2. Pemakaian luar : kangkung segar dilumatkan, tempelkan ke tempat yang sakit atau di godok, airnya untuk cuci. Dipakai pada bisul-bisul, koreng, gigtian ular

Cara pemakaian :

  1. Keracunan makanan : 500-1.000 gr akar kangkung segar atau seluruh tanaman setelah di cuci bersih dan dibilas dengan air matang, ditumbuk dan diperas airnya atau dijuice, minum. Untuk memperkuat efek pengobatan, dapat disertai dengan : 120 gr kacang hijau (phaseolus radiatus) dan 30 gr akar kayu manis (Glycyrrhiza uralensis), digodok dengan air bersih, minum.
  2. Mimisan : 50 gr kangkung segar setelah dicuci bersih ditambah gula secukupnya, digiling halus kemudian diseduh dengan air panas, setelah dingin disaring lalu diminum.
  3. Buang air besar berdarah, air kemih berdarah, wasir berdarah, kencing nanah : 500 gr kangkung segar setelah dicuci bersih dan dibilas dengan air matang, di juice atau di giling halus dan diperas, airnya ditambah madu secukupnya lalu dimakan.
  4. Wasir : 3/4 genggam akar kangkung dicuci bersih lalu digodok dengan 3 gelas minum air bersih sampai tersisa 1/2 nya, diminum setelah dingin. Sehari 2 x 3/4 gelas.
  5. Susah tidur, sembelit : Batang dan daun kangkung secukupnya , direbus dan dimakan sebagai lalab atau kumis, dimakan bersama makan nasi, sehari 2x.
  6. Badan lemah (neurasthenia) : Kangkung segar, diambil 1/3 genggam daun, 1/4 genggam batang, 1/4 genggam akar, dicuci bersih lalu ditumbuk sampai halus, tambahkan 1/2 cangkir air masak dan 1 sendok , akar madu, diperas dan disaring, minum. Sehari 3x sebanyak ukuran diatas.
  7. Digigit ular : kangkung segar setelah dicuci bersih lalu ditumbuk halus, diperas airnya sampai terkumpul 1/2 mangkok, minum bersama arak. Ampasnya dibubuhi pada tempat yang sakit, lalu balut.
  8. Digigit lipan :kangkung segar setelah dicuci bersih ditambahkan garam secukupnya, lalu digiling halus dan dibubuhkan ketempat yang sakit, lalu balut.
  9. Kulit gatal karena eczema : kangkung segar secukupnya setelah dicuci bersih digodok dengan air sampai mendidih sekitar 5 menit, hangat-hangat dipakai untuk mencuci bagian yang sakit. Dilakukan sehari sekali.
  10. Kapalan (penebalan kulit) : bagian yang menebal dioleskan dengan getah kangkung berulang-ulang. Lakukan setiap hari.
  11. Sakit gusi : 200 gr akar kangkung setelah dicuci bersih digodok dengan 200 cc air dan 200 cc cuka. Hangat- hangat dipakai untuk kumur-kumur. Lakukan berulang- ulang.

Leave a Reply