Direktori Tanaman Obat & Pengobatan

Jayanti | Sesbania sesban Merr.

0

Jayanti termasuk dalam Familia Papilionaceae (Leguminosae)

Sinonim : S.aegyptiaca Pers.

Nama daerah : Jawa : jayanti (Sunda), janti, giyanti, kelor wana (Jawa).

Uraian tanaman : Jayanti banyak ditemukan di Jawa, biasa ditanam di pekarngan, galengan sawah atau di perkebunan, sebagai tanaman naungan, penahan angin atau pupuk hijau. Tanaman ini dapat tumbuh pada tanah yang jelek dan dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 800 m di atas permukaan air laut.

Jayanti merupakan perdu atau pohon kecil dengan tinggi 2-6 m, bercabang banyak, dan tumbuhnya cepat. Daunnya berupa daun majemuk menyirip dengan 7-25 pasang anak daun. Anak daun berbentuk garis sampai memanjang, bertangkai pendek, berujung bulat, dan bertepi rata.

Bunganya
terdapat dalam tandan dan berwarna kuning. Buahnya berupa buah polong yang tumbuh menggantung dan berbentuk garis.

Daunnya dapat dimasak dan dimakan sebagai sayur. Selain itu, daunnya juga dapat digunakan untuk pupuk hijau dan sebagai makanan ternak. Tanaman ini dikembangbiakkan dengan bijinya.

Bagian yang dipakai : Daun, akar, kulit, biji, dan minyak jayanti dapat digunakan untuk pengobatan.

Kegunaan :

  1. Daunnya dapat mengobati :
    – Demam-Cacingan-TBC paru (Tuberculosa)
    – Radang selaput lendir mata
    – Infeksi ginjal
  2. Kulitnya dapat mengobati :
    – Sukar berkeringat
    – Kencing kurang lancar
    – Kencing nanah
  3. Bijinya dapat mengobati :
    – Kepala pusing
    – Batuk
    – Keguguran
    – Datang haid tidak teratur
  4. Akarnya dapat mengobati :
    – Kencing nanah
    – Sifilis
  5. Minyaknya dapat mengobati :
    – Borok, koreng, kudis
    – Trachoma

Pemakain :

  • Pemakaian dalam dilakukan dengan cara merebus ¼ – 1 genggam daun jayanti kemudian air rebusannya diminum.
  • Pemakaian luar dilakukan dengan cara menggiling daun sampai halus lalu ditempelkan ke tempat yang sakit.

Cara pemakaian :

  1. TBC paru : mencuci ¼ genggam daun jayanti lalu ditumbuk sampai halus dan ditambahkan ½ gelas air masak dan 1 sendok makan madu, kemudian diaduk sampai merata , lalu diperas dan disaring. Minum sehari 3 kali.
  2. Kencing nanah : mencuci 1 jari akar jayanti, 6 lembar daun sirih, 6 buah kemukus, juntan hitam dan adas masing-masing ¾ sendok teh, ¾ jari pulosari dan 3 jari gula enau lalu dipotong-potong seperlunya. Setelah itu, direbus dengan 4 gelas air bersih sampai tersisa 2 ¼ gelas. Setelah dingin disaring dan diminum, sehari 3 x ¾ gelas.
  3. Infeksi ginjal : mencuci 1 genggam daun jayanti lalu dibilas dengan air matang, kemudian masukkan daun tersebut ke dalam ¾ gelas air dan diremas-remas daunnya sampai airnya berbusa. Setelah itu, disaring dan diminum. Lakukan setiap hari sampai kencingnya menjadi lancar dan jernih kembali.
  4. Demam : mencuci daun secukupnya sampai bersih lalu diremas-remas dengan adas, kemudian balurkan pada badan dan akan memberikan rasa sejuk pada penderita demam.

Leave a Reply