Direktori Tanaman Obat & Pengobatan

Jambu Biji | Psidium guajava

0

Jambu biji masuk dalam familia Myrtaceae

Sinonim : P. aromaticum Blanco, P. pyriferum L, P. pomiferum L.

Nama daerah : Sumatera : Glima breueh, glimeu beru, galiman, masiambu, biawas, jambu blawas, jambu biji. Jawa : Jambu klutuk, bayawas, jambu krutuk, petokal, jhambu bhender. Nusatenggara : Kojabas, sotong, guawa. Sulawesi : Gayawas, boyawat, koyawas, dambu, jambu paratugala, jambu paratukala. Maluku : Kayawase, kejawusu, lainehatu, lutuhatu, gawaya.

Uraian tanaman : Perdu atau pohon kecil dengan banyak percabagan, tinggi sekitar 2-10 m, berasal dari Amerika Tropis. Banyak ditanam sebagai pohon buah-buahan, sering tumbuh liar dan terdapat dari dataran rendah sampai 1200 mdpl yang tumbuh pada tanah yang gembur maupun liat, ditempat terbuka dan banyak air.

Batangnya keras, kulit batang permukaannya halus berwarna coklat dan mudah terkelupas. Daun muda berambut halus, daun yang tua permukaan atasnya menjadi licin. Bentuk daun bulat telur agak menjorong, atau agak bundar sampai meruncing, dengan panjang 6-14 cm, lebar 3-6 cm, bertangkai pendek sekitar 3-7 mm. Tepi dau rata agak melekuk ke atas, bertulang menyirip, warnanya hijau, letak berhadapan. Bunga keluar dari ketiak daun, 1-3 bunga, berwarna putih, bertangkai 2-4 cm. Buahnya  buah buni, bulat sampai bulat telur terbalik, berwarna hijau kekuningan. Daging buahya putih kekuningan atau merah jambu. Bijinya kecil-kecil, keras, banyak. Perbanyakan dengan biji, okulasi dan tunas yang berakar.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis : Manis, astrigent (pengelat), netral. Anti diare, anti radang (anti inflamasi), menghentikan perdarahan (hemistatik).

Kandungan kimia :
Daun : Tanin, minyak atsir (eugenol), minyak lemak, damar, zat samak, triterpinoid, asam apfel.
Buahnya mengandung asam amino (triptofan, lisin), kalsium, fosfor, besi, belerang, vit A, B1, dan C.

Bagian yang dipakai :  Daun, buah, kulit batang.

Kegunaan : 

  • Diare akut dan kronis, disentri.
  • Gangguan pencernaan pada bayi (Infantile indigestion).
  • Keputihan (Leucorrhea).
  • Peluruh haid, mempermudah persalinan.

Pemakaian luar : Daun segar juga dipakai pada luka akibat kecelakan, perdarahan akibat benda tajam, borok (ulcus) disekitar tulang.

Pemakaian : 

  • Untuk minum : Daun : 2,5-4,5 gr (kerinf) atau 15-30 gr (segar). Digodok, minum.
  • Untuk pemakaian luar : Daun digodok, airnya untuk cuci atau dilumatkan dan ditempelkan ketempat yang sakit.

Khasiat :

  1. Antidiare
  2. Merilekskan otot polos usus
  3. Suku Indian menggunakan rebusan daun dan kulit batang untukmengobati diare, disentri, radang tenggorokan, mual, pusing, dan gangguan mentruasi
  4. Daun segar yang dikunyah dapat mengobati gusi berdarah, bau mulut.
  5. Rendaman daunnya dapat diguanakan sebagai pembilas alat initim wanita
  6. Bunga yang ditumbuk dapat dijadikan kompres radang atau luka pada mata

Leave a Reply