Direktori Tanaman Obat & Pengobatan

Jali – Coix lachryma-jobi L.

Jali - Coix lachryma-jobi L. (Yi yi ren)
0

Jali masuk dalam familia Poaceae (Gramineae)

Sinonim : C. agrestis Lour, C. arundinaceae Lamk, C. chinensis Tod, C. exaltata Jacq, C. lacryma L, C. ovata Stokes, C. stigmatosa Koch at Bouch’e, Lithagrostis lacryma-jobi Gaertn.

Nama daerah : Sumatera : pengging iteum, singkoru batu, s. eme, cingkeru, lingkih-lingkih, anjalai nareh, sipiluit, jelim, lahya, togua. Jawa : hanyere, hanjeli, jali-jali, jali watu, japen, jhangle. Nusatenggara : jelei, j. pare, pelindas, luwong. Sulawesi : Bukehang, tandei ula, rungkerang, tataokok, tie, boeyango, lele, irulr, kalide, jolekojo, to ulope. Maluku : kaselore, baba, samond, gafu, manji-manji banga, rore, kekeane, sare, sale, lore, minyal. Irian : Karisi, klumba.

Nama asing : Adlay, job’s tears, jobstranen, tranengras.

Uraian tanaman : Telah dibudidayakan atau tumbuh liar di hutan, sawah, ladang, tanah kosong yang terlantar. Tumbuh pada tanah lembab dan terkena cahaya matahari, dari  dataran rendah sampai 1000 mdpl. Rumput  setahun atau menahun, berumpun banyak, batang tegak dan besar, tinggi 1-3 m, sukar dicabut, akarnya kasar. Daun letak berseling, helaian daun berbentuk pita atau lanset, panjang 8-100 cm, lebar 1,5-5 cm, ujung runcing, pangkal memeluk batang, tepi kasar dan kasap, tulang induk menonjol di punggung daun. Bunga keluar dari ketiak daun, berbentuk bulir. Buahnya buah batu, bulat lonjong, bila tua berwarna putih atau biru-ungu, berkulit keras. Jenis yang dibudayakan buahnya lunak dan dapat dibuat bubur, sedang jenis liar buahnya keras dan dapat dipakai sebagai anak kalung. Varietas yang terbaik untuk obat adalah Coix lachryma-jobi L. var. mayuen (Roman) Stapf.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis :

  1. Akar : manis, tawar dan sedikit dingin, masuk meridian limpa. Menguatkan lima, seluruh kencing (diuretik), anti radang, mematikan serangga (insecticidal).
  2. Biji : manis, tawar, sedikit dingin, masuk meridian limpa, paru dan ginal. Memperkuat paru dan limpa, menghilangkan lembab, peluruh kencing, anti radang, membantu penyerapan, mengeluarkan nanah dan menyembuhkan bisul.

Kandungan kimia :

  1. Buah : protein, lemak, karbohidrat, vit B1.
  2. Biji : asam amino, coixol, coixenolide, coicin.
  3. Daun : alkaloid
  4. Akar : coixil, asam palmitate, asam stearat, stigmasterol, betha dan gama-sitosterol, potassium chlorida, glucose, asam amino, tajin, phytin, dan vit B1

Bagian yang dipakai :Biji, akar,daun. Akar setelah dicuci, dijemur. Buah yang tua setelah dikumpulkan, kulitnya dibuang dan isinya dijemur. Bisa dipakai segar atau yang telah dikeringkan.

Kegunaan dalam pengobatan herbal :

  1. Akar :
    infeksi dan batu saluram kencing, kencing sedikit, kencing bernanah.
    bengkak (edema), biri-biri
    tidak datang haid, keputihan (leucorrhea)
    Sakit kuning (jaundice), abses paru, cacingan (ascariasis)
  2. Biji :
    abses paru, sakit usus buntu
    diare karena limpa lemah, radang usus (enteritis) kronis
    bengkak (edema), biri-biri
    rheumatism seperti sakit otot (mialgia), sakit tulang (ostalgia), sakit sendi (arthralgia)
    keputihan (leucorrhea)
    tumor saluran pencernaan seperti kanker lambung, kanker paru, kanker mulut rahim (cervix), chorinic epithelioma
    kutil (warts), ekzema
  3. Daun :
    meningkatkan kondisi tubuh

Pemakaian :

  1. Akar : 15-30 gr (yang segar 30-go gr)
  2. Biji : 15-60 fr, digodok atau dijadikan pil/bubuk.

Cara pemakaian untuk pengobatan :

  1. Verruca plana (kutil) : 10-30 gr biji digodok, minum sekaligus untuk 2-4 minggu.
  2. Sakit kuning (jaudice):
    a. Akar segar digodok, minum beberapa kali/hari
    b. 60 gr akar jali ditambah 30 gr Artemisia capillaris dan gula pasir secukupnya, godok. Sehari 3 kali.
  3. Kencing bernanah, keputihan : 15-30 gr akar digodok, minum.
  4. Rheumatism : 30-60 gr akar digodok, minum. Dua kali sehari atau diminum sebagai pengganti teh.
  5. Radang paru, demam, batuk sesak : 10-15 gr akar, digodok lalu dipakai untuk menyeduh madu secukupnya, minum. Sehari 3 kali.

Catatan :

  1. Wanita hamil dilarang pakai, akarnya dapt menginduksi persalinan pada wanita hamil.
  2. Minyak jali dapat mengurangi kejang otot dan menurunkan kadar gula darah
  3. Efek farmakologis : jali berisi coixenolide yang efek antineoplastiknya (anti kanker) digunakan pada cervical

Carcinoma 14 dan Ehrlich ascitic carcinoma yang bekerja pada tingka metaphase. Juga meningkatkan fungsi dari cortex andrenal, imunitas seluler dan humoral.

Leave a Reply