Direktori Tanaman Obat & Pengobatan

Jakang – Muehlenbeckia platyclada (F. Muell. ex Hook.) Meissn

Jakang - Muehlenbeckia platyclada (F. Muell. ex Hook.) Meissn (Zhu jie liao)
0

Jakang masuk dalam familia Polygonaceae

Sinonim : Coccoloba platyclada F. Muell. ex Hook, Homalocladium platycladum (F. Muell) Bailey

Nama daerah : Puring jakang, kismis.

Uraian tanaman : Perdu tegak, tinggi 0,6-2 m. Batang utama berkayu, bulat silindris, bercabang banyak, cabang banyak, cabang muda sangat pipih, bergaris halus, warnanya hijau tua. Daun bentuk garis lanset, pangkal dan ujungnya runcing, tepi rata, panjang 4-20mm, lebar 2-10mm, warna hijau muda, tumbuh di cabang muda, mudah rontok. Bunganya ada buah betina dan bunga jantan, kecil, diketiak daun, berseling dikiri dan kanan ranting. Mahkota bunga berwarna kuning coklat. Buahnya berbentuk segitiga. Terdapat dari 5-1200 mdpl, kerap kali ditanam sebagai tanaman pagar.

Sifat kimia dan farmakologis : Rasa manis, asam, astrigen (kelat), agak dingin. Anti radang, melancarkan peredaran darah , menghilangkan bengkak (memar). Masuk ke meridian jantung, hati, limpa.

Bagian yang dipakai : Seluruh tanaman, pemakaian kering dan segar.

Kegunaan untuk pengobatan tradisional : Bisul, koreng, luka terpukul (traumatic injury), gigitan ular dan lipan.

Cara Pemakaian  :

  1. Untuk minum : 15-25 gr (segar 100-200 gr) digodok, atau 30-60 gr tanaman segar dilumatkan, campur dengan arak, minum.
  2. Pemakaian luar : Tanaman segar dilumatakan, tempelkan ketempat yang sakit.

Cara pemakaian :

  1. Luka terpukul : 60 gr tanaman segar setelah dicuci bersih, digodok dengan arak, setelah dingin disaring, minum. Ampasnya dibubuhkakn ketempat yang sakit.
  2. Gigitan ular, lipan (kelabang) : tanaman segar secukupnya dicuci bersih, lalu digiling sampai halus. Bubuhkan sekeliling luka, bila perlu dibalut.

Leave a Reply