Direktori Tanaman Obat & Pengobatan

Daun Sendok | Plantago mayor L.

0

Daun sendok masuk dalam familia Plantaginaceae

Sinonim : Plantago asiaica L, P. depressa Wiild, P. Loureiri Roem, et. Schult, P crenata Blanco, P. erosa Wall, P. media Blanco.

Nama daerah :Daun sendok atau daun urat memiliki banyak nama lokal seperti ki urat, ceuli, c. uncal (Sunda), meloh kiloh, otot-ototan, sangkabuah, sangkuah, sembung otot, suri pundak (Jawa), daun urat, daun urat-urat, daun sendok, ekor angin, kuping menjangan (Sumatera), torongat (Minahasa).

Uraian tanaman : Warga suku kiurat-kiuratan ini merupakan gulam di perkebunan teh dan karet, atau tumbuh liar di hutan , ladang, halaman berumput yang agak lembab sampai ketinggian 3300 mdpl. Terna tahunan ini berasal dari daratan Asia & Eroph, tumbuh tegak dengan tinggi sekitar 15-20 cm. Daun tunggal, warna hijau, duduknya tersusun dalam roset akar. Bentuk daun bulat telur sampai lancet melebar dengan ukuran panjang 5-10 cm, lebar 4-9 cm, tepi daun rata atau bergerigi kasar tidak teratur. Permukaan daun licin atau agak berambut, bertulang sejajar dan mempunyai tangkai daun yang panjang. Bung tersusun dalam bulir yang panjangnya sekitar 30 cm, bunganya kecil-kecil berwarna putih. Buah berbentuk lonjong, bulat telur warnanya hijau. Perbanyakan dengan biji.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis : Rasa manis, dingin. Anti radang (anti inflammatory), melancarakan air kemih (diuretik), peluruh dahak (mucolytic), menghentikan batuk (antitusive), memperbaiki penglihatan dengan menormalkan aktivitas hati (liver) yang berlebihan.

Daun salam mengandung kalium yang bersifat meluruhkan air seni dan melarutkan endapan garam kalsium yang terdaat di ginjal dan kandung kemih. Selain itu tanaman ini mengandung zat aktif aukubin yang berkhasiat melindungi hati terhadap pengaruh zat beracun yang dapat merusak sel-sel hati, zai ini juga bersifat antiseptik.

Daun Sendok diketahui dapat digunakan untuk pengobatan penyakit seperti infeksi saluran kemih, urine berlemak, urine berdarah, bengkak karena penyakit ginjal, batu empedu, batu ginjal, radang prostat, sedikit berkemih, demam, influenza, batuk rejan,radang saluran nafas, diare, disentri, nyeri lambung, radang mata merah, kencing manis, cacingan, gigitan serangga, radang hati akut disertai sakit kuning, mimisan, gangguan pencernaan pada anak, obat perangsang, beser, sakit saat berkemih, penglihatan kabur, batuk darah, keputihan, myeri otot, mata merah, batuk berdahak, beri-beri, dan darah tinggi.

Berikut ini cara penggunaan daun sendok sebagai obat tradisional

1. Melancarkan BAK
a. Cuci daunsendok segar sebanyak 6 ons, alalu tambahkan gula batu secukupnya. Kemudia rebus bahan-bahan tersebut degan 3 liter air sampai air rebusannya tersisa separuhya. Minum seperti air teh dan habiskan dalam sehari.

b. Cara lainnya adalah dengan mencuci daun sendok segar lalu tumbuk sampai lumat, setelah itu peras dan sarig sampai terkumpul 1/2 gelas. Tambahkan madu 1 sendok makan, lalu minum sekaligus.

2. BAK berdarah
Cuci daun sendok segar lau tumbuk samapai lumat. Kemudian peras dan saring sampai airnya terkumpul 1 gelas. Minum sebelum makan.

3. Disentri panas
Cuci daun sendok segar lalu tumbuk samapai halus. Setelah itu peras, dan saring sampai terkumpul 1 gelas. Tambahkan 2 sendok madu dan aduk rata. Tim air perasan, lalu minum sekaligus selagi hangat.

4. Disentri basiler, diare
Cuci daun sendok segar sebanyak 30 gram, lalu rebus dengan 2 gelas air sampai air rebusannya tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring, dan minum sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

5. Mimisan
Cuci daun sendok segar sebanyak 15 gram,lalu tumbuk halus. Seduh degan secangkir air panas. Setelah dingin, peras, dan saring. Kemudian minum sekaligus.

6. Batuk sesak, batuk darah
Cuci daun sendok segar sebanyak 60 gram, lalu tambahkan air bersih sampai terendam dan campurkan 30 gram gula batu. Tim sampai mendidih selama 15 menit. Minum selagi hangat.

7. Sakit gigi
DAun sendok segar ditumbuk lalu diperas. Air perasannya digunakan untuk berkumur.

Leave a Reply