Direktori Tanaman Obat & Pengobatan

Daun Dewa – Gynura segetum (Lour.) Merr

Daun dewa, gynura segetum (Lour.) Merr.
0

Daun dewa masuk dalam familia Compositae (asteraceae)

Sinonim : Gynura procumbens (Lour.) Merr

Nama daerah  : Sumatra : belutas cina, daun dewa (melayu). Samsit

Uraian tanaman : Terna tahunan, tegak tinggi kurang lebih 50 cm, pada umunya ditanam di pekarangan sebaga tanaman obat. Batang muda berwarna hijau dengan alur memanjang warna tengguli, bila agak tua bercabang banyak. Daun tungga , mempuntai tangkai, bentuk bulat telur sampai bulat memanjang, ujung melancip. Daun tua membagi sangat dalam. Daun banyak berkumpul dibawah, agak jarang pada ujung batang, letak berseling.  Kedua permukaan daun berambut lembut, warna putih. Warna permukaan daun hijau tua., bagian bawah berwarna hijau muda.  Panjang daun 8-20 cm, lebar 5-10 cm. Bunga terleta diujung batang, warna kuning berbentuk bonggol (kepala bunga). Mempunyai warna umbi keabu-abuan, panjang 3-6 cm, dengan penampang kurang lebih 3 cm.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis : Netral, rasa khas. Anti coagulant, mencairkan bekuan darah, stimulan sirkulasi, menghentikan pendarahan. Menghilangkan panas dan membersihkan racun.

Kandunga kimia : saponin, minyak atsiri, flavonoid

Kandungan yang dipakai : seluruh tanaman.

Kegunaan : 

  1. Daun: Luka terpukul, melancarkan sirkulasi, menghentikan perdarahan (batuk darah, muntah darah, mimisan), pembengkaan payudara, infeksi kerongkongan, tidak datang haid, digigit binatang berbisa.
  2. Umbi : Menghilangkan bekuan darah (haematom) pembengkaan, tulang patah (fraktur), pendarahan sehabis melahirkan.
  3. Pemakaian : 15-30 gr daun segar, direbus atau ditumbuk kemudian diperas, minum.

Pemakaian luar :  Secukupnya tumbuhan ini dilumatkan sampai seperti bubur, ditempelkan ketempat yang sakit.

Digigit ular, digigit binatang lain, umbi dilumatkan kemudian ditempelkan ke tempat kelainan.

Kutil : 5 lembar daun dewa dihaluskan, dan ditempatkan pada tempat berkutil kemudiann dibalut dan di lepas keesokan harinya.

Cara pemakaian : 

  1. Luka terpukul, tidak hiad : 15-30 gr herba direbus atau ditumbukm diambil airnya, campur dengan arak yang sudah di panaskan, minum.
  2. Pendarahan pada wanita, pembengkakan payudara, batuk dan muntah darah : 1 batang lengkap (15 gr) direbus, minum.
  3. Kejang pada anak : satu batang ditumbuk ambil airnya, dicampur arak, minumkan.
  4. Luka terpukul, masuk angin : 6-9 gr umbi segar ditambahkan air  kuning (wong ciu) secukupnya, kemudian dipanaskan, minum.

Leave a Reply