Direktori Tanaman Obat & Pengobatan

Caisim – Brassica campestris L. var. oleifera D. C.

Caisim - Brassica campestris L. var. oleifera D. C. (You cai)
0

Caisim masuk dalam familia Cruciterae (Brassicaceae)

Sinonim : B. chinensis

Nama daerah : Sawi hijau, choy-sum, tsai sin.

Nama asing : Bird rape, rape seed, collard, chinese cabbage, wild turnip.

Uraian tanaman : Terna semusim, dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun dataran tinggi, dan tumbuh subur di daerah yang letaknya 100-1000 m diatas permukaan laut. Caisim banyak ditanam sebagai sayuran daun di ladang atau di kebun-kebun yang tanahnya gembur, banyak mengandung humus dengan  drainage yang baik dan mendapatkan cukup cahaya matahari. Tanaman ini menyukai hawa dingin dengan temperatur 15-20 derajat Celsius. Pada temperatur di bawah 15 derajat celsius tanaman ini dapat membentuk bunga, sedang diatas 26 derajat celsius tidak akan berbunga. Batangnya pendek daun tumbuh berkumpul dipangkal batang membentuk roset akar, helaian daun bulat memanjang, tidak berambut, warnanya hijau muda, dengan tepi daun agak melekuk, ujung dan pangkalnya bulat , bertangkai pipih seperti talang berwarna putih, tulang daun jelas berwarna putih, rasanya agak pahit. Bunganya bunga majemuk tersusun dalam tandan yang bertangkai panjang, keluar dari ujung batang, kecil-kecil warnanya kuning. Buahnya buah lobak, dengan banyak biji yang warnanya hitam atau coklat merah tua, bentuknya bulat. Tanaman  yang berasal dari Cina ini diperbanyak dengan biji.

Sifat kimiawi dan farmakologis  :  Pedas, sejuk. Herba ini masuk meridan paru-paru hati dan limpa. Biji : pedas, hangat. Melancarkan darah beku, memperbaiki kerja ginjal.

Kandungan kimia : Biji mengandung  erucic acoid, oleic acid, linoleic acid, eicosenoic acid, beta-sitosterol, campesterol, brassicasterol, cholestrol, rutin, tocopherol, glucosinolate, xazolidinethione.

Bagian yang dipakai : Terutama biji : Daun dan tangkai dapat juga untuk pengobatan.

Kegunaan dalam pengobatan :

  1. Muntah darah karena luka dalam, disentri berdarah.
  2. Radang payudara (mastitis)
  3. Erysipelas.
  4. Panas karena keracunan (heat toksis), demam nifas.
  5. Wasir.
  6. Haid tidak teratur.
  7. Keputihan.
  8. Putih telur dalam kencing (proteinuria)
  9. Sukar buang air kecil.
  10. Bisul.

Pemakaian untuk pengobatan tradisional :

  1. untuk minum : daun masak sebagai sayuran atau  dijuice. Biji 4-10 gr, digodok.
  2. pemakaian luar : dilumatkan atau digodok, airnya untuk cuci.

Cara pemakaian :

  1. Disentri berdarah : Caisim setelah dicuci bersih secukupnya ditumbuk lalu diperas. 2 bagian air perasan ditambah 1 bagaian madu, diaduk lalu dipanaskan, minum.
  2. Sukar buang air kecil : makan caisim sebagai sayuran.
  3. Bisul : caisim digodok dengan susu, tidak terlampau masak, makan.
  4. Batuk kering, gatal tenggorokan : Akar segar dikunyah, airnya ditelan.
  5. Keputihan : 1 sendok teh biji caisim dicuci lalu digiling halus, seduh dengan 1/3 cangkir air panas, tambahkan satu sendok makan madu, sesudah dingin diminum,. Lakukan 2-3 kali sehari.

Leave a Reply