Direktori Tanaman Obat & Pengobatan

Cabe Rawit – Capsium frutescens L.

Cabe Rawit - Capsium frutescens L.(lao jiao)
0

Cabe Rawit masuk dalam familia Solanaceae

Sinonim : C. fastigiatum Bl, C. minim Roxb.

Nama daerah : Sumatera : leudeu jarum, 1. pentek, setudu langit, lacina sipane, lada limu, l. mutia. Jawa : cabe rawit, c. cengek, lombok jempling, l. jemprit, l. rawit, l. gambir, l. setan, l. cempling, cabhi letek. Nusatenggara : tabia krinyi, kurus. Sulawesi : kaluya kapal, marela dodi, malita diri, m. didi, lada masiwo, l. maroica, l. capa, laso meyang, laso meyong, lada burica, l. marica, rica palus, r. padi. Maluku : abrisan kubur, katupa, batawa, katupu walata, araputa patawe, katipa batawi, katupu manesane, k. batawi, maricang matupe, rica gufu. Irian : metrek waktoh, basen tanah.

Uraian tanah : perdu setahun, banyak percabangan, tinggi 50-100 cm, sering ditanam orang atau tumbuh liar di tepi tegalan, tanah kosong yang terlantar. Asalnya dari Amerika tropik dan menyukai daerah yang kering dari 0,5-1250 m di atas permukaan laut. Batangnya berbuku-buku atau  bagaian atasnya bersudut, tidak berambut. Daun tunggal, letak berseling, bundar telur, ujung meruncing, pangkal menyempit bergabung dengan yang tangkai yang agak panjang. Panjang daun 5-9,5 cm, lebar 1,5-5,5 cm. Bunga keluar dari ketiak daun, tunggal atau 2-3  bunga letaknya berdekatan . Mahkota bunga berbentuk bintang, warnanya putih, putih kehijauan, kadang-kadang ungu. Buah tegak, kadang-kadang merunduk, bentuk bulat telur memanjang, lurus atau bengkok, ujung meruncing, panjang 1-3 cm, lebar 2,5-12 mm, bertangkai panjang, rasanya pedas. Buah muda berwarna hijau tua atau putih kehijauan atau putih, bila masak akan berwarna merah terang.  Bijinya banyak, warnanya kuning kotor. Dikenal 3 varietas cabe rawit yaitu cabe rawit/cengek leutik, cengek domba/cengek bodas dan ceplik. Buahnya digunakan sebagai sayuran, bumbu masak, acar dan asinan.Daun muda dikukus untuk lalab. Perbanyakan dengan biji.

Sifat kimia dan farmakologis : Pedas, panas. Masuk meridian jantung dan pankreas. Melancarkan sirkulasi peredaran darah, stomakik (meningkatkan napsu makan), karminatif (merangsang pengeluaran gas dari saluran cerna), anti rematik, menghilangkan bekuan darah.

Kandungan kimia : buahnya mengandung kapsaisin capsantin, carotenoid, alkaloid atsiri, resin, minyak menguap, vit A dan C. Bijinya mengandung Solanine, Solamidine, Solamargarine, solasodine, solasomine.

Bagian yang dipakai : seluruh tumbuhan, akar, batang dan buah.

Kegunaan untuk obat tradisional : peluruh keringat, peluruh liur, peluruh air kemih, menambah napsu makan, rematik, sakit pada tubuh karena kedinginan (frostbite), kaki dan tangan lemas, bisul.

Pemakaian : pemakaian dalam  (minum) : digodok, atau dibuat bubuk, pil. Pemakaian luar : digodok, uapnya dipakai untuk memanasi bagian tubuh yang sakit atau dilumatkan dan dibubuhi ke bagian tubuh yang sakit.

Cara pemakaian untuk pengobatan herbal :

  1. Sakit perut : daun muda digiling halus, dicampur dengan sedikit kapur sirih untuk dibalur pada perut yang sakit.
  2. Rematik : buah cabe rawit digiling halus, dicampur dengan sedikit kapur sirih dan air jeruk nipis, dibalur pada bagian badan yang sakit.
  3. Frostbite : Kulit cabe di tempelkan ketempat yang sakit.
  4. Kaki tangan lemas seperti lumpuh : 2 bonggol akar cabe ditambah 15 pasang cakar ayam (dipotong sedikit di atas lutut), 60 gr kacang tanah, 6 butir hung calo, tambahkan air dan arak sama banyak secukunya, ditim. Setelah dingin dimakan.

Perhatian : Penderita penyakit usus, sakit tenggorokan dan sakit mata dianjurkan tidak makan cabe rawit.

 

 

Leave a Reply