Direktori Tanaman Obat & Pengobatan

Bungur Kecil – Lagerstroemia Indica L.

Bungur Kecil - Lagerstroemia Indica L. (zi wei hua)
0

Bungur Kecil – Lagerstroemia Indica L.  obat untuk btuk darh, muntah darah, perut busung, edema, hepatitis, jaundiceBungur kecil masuk dalam familia Lytharaceae

Sinonim : L. Chinensis L.

Nama daerah : Bungur Jepang

Nama asing : Crape myrtle

Uraian  tanaman : Perdu atau pohon kecil, tinggi 2-7 m, tumbuh liar di tebing-tebing dan tepi hutan, atau ditanam sebagi tanaman hias di taman-taman dan pekarangan rumah. Tanaman  yang berasal dari Cina ini bercabang melengkung, dengan kulit pohon berwarna coklat, halus dan agak mengkilat. Daun tunggal, bertangkai pendek, tumbuh berseling, bentuknya elips  atau memanjang, dengan panjang 2-7 cm, lebar 1-4 cm, ujung tumpul sedikit bertaring, pangkal membaji, tepi rata, warnanya hijau tua. Bunga majemuk berbentuk malai, panjangnya 10-15 cm, tumbuh berkumpul di ujung batang atau keluar dari ketiak daun, warnanya merah, putih atau ungu, dengan tepi daun mahkota bergelombang. Buahnya agak  bulat, panjang 9-13 mm, lebar 8-11 mm.

Sifat kimiawi dan farmakologis : Agak pahit, astrigent, netral. Merangsang sirkulasi, menghentikan perdarahan (hemostatik), anti radang, peluruh kencing (diuretik), menetralisirkan racun.

Kandungan kimia :

  1. Daun : Decinine, decamine, lagerstroemine, lagerine, dihydroverticillatine, decodine.
  2. Akar : Sitosterol, 3,3, 4-tri-o-mythylellagic acid.

Bagian yang dipakai : Bunga, akar, daun, dan kulit kayu. Setelah dicuci, lalu dijemur unutk penyimpanan.

Kegunaan untuk pengobatan tradisional :

  1. Batuk darah, muntah darah, berak darah, perdarahan sehabis melahirkan, luka berdarah.
  2. Hepatitis, jaundice (kuning), perut busung (ascites), edema (bengkak).
  3. Keracunan tripterygium wilfordii.
  4. Disentri.
  5. Sakit perut sehabis melahirkan, sakit gigi, pusing.
  6. Keputihan.

Pemakaian luar : Tulang patah (fracture), bisul, koreng, abses, eczema, radang payudara (mastitis).

Pemakaian dalam ramuan jamu tradisional :

  1. untuk minum : 15-30 gr, digodok, minum.
  2. pemakaian luar : Digodok, airnya untuk cuci bagian yang sakit atau bahan kering digiling menjadi bubuk, bubuhkan ke tempat yang sakit.

Cara pemakaian :

  1. Batuk darah, muntah darah, berak darah : 30 gr akar digodok dengan 200 cc air sampai tersisa 80 cc. Diminum 2 kali sehari, setiap kali 40 cc.
  2. Eczema : akar atau daun secukupnya setelah dicuci bersih digodok dengan air, unutk mencuci bagian  yang sakit.
  3. Bisul, koreng : akar atau daun dikeringkan, giling menjadi bubuk. Tambahkan arak putih secukupnya sampai berbentuk bubur kental, lalu poles ke bagian yang sakit. Untuk minumnya 30 gr akar digodok.
  4. Disentri : daun atau akar digodok, setelah dingin disaring, minum.
  5. Disentri akut, hepatitis menular : akar dan daun masing-masing 15 gr digodok, setelah dingin disaring, minum.

Catatan : Wanita hamil dilarang minum tanaman obat ini.

Leave a Reply