Direktori Tanaman Obat & Pengobatan

Bunga Matahari – Helianthus annuus L.

bunga matahari untuk obat herbal tidak nafdu makan, lesu, batuk rejan
0

Bunga matahari masuk dalam familia Composite (Asteraceae)

Nama daerah : Bunga panca matoari, bunga teleng matoari, bunga ledomata, bunga matahuroi, bunga matahari, kembang sarengenge, kemnbang sangenge, kembhang mataare, kembhang tampongera, sungeng, purbanegara.

Uraian tanaman : Herba anual ( umur pendek, kurang dari setahun), tegak, berbulu, tinggi 1-3 m. Ditanam pada halaman dan taman-tanam yang cukup mendapatkan sinar matahari, sebagai tanaman hias. Termasuk tanaman berbatang basah, dan tunggal berbentuk jantung, bunga besar/bunga cawan, berwarna kuning dan di tengahnya terdapat bunga-bunga kecil berbentuk tabung, warnanya coklat.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis : Rasa lembut, netral. Bunga : menurunkan tekanan darah, mengurangi rasa nyeri (analgetik). Biji : anti dysentery, merangsang mengelurakan cairan tubuh ( hormon, enzim, dll), merangsang pengeluaran campak (measles). Daun : anti radang, mengurangi rasa nyeri, anti malaria. Akar : anti radang, peluruh air seni, pereda batuk menghilangkan nyeri. Sumsum dari batang dan akar bunga : merangsang energi vital, menenangkan liver, merangsang pengeluran air kemih, menghilangkan rasa nyeri waktu buah air kemih.

Kandungan kimia : 

  1. Bunga : quercimeritrin, helianthose A, B, C, oleanolic acid, echinocystic acid.
  2. Biji : Bsitosterol, prostaglandin E, chlorogenic acid, quinic acid, phytin, 3-4 benzopyrene.

Dalam 100 g minyak biji bunga matahari ; Lemak total: 100, lemak jenuh : 9,8. Lemak tiada jenuh : oleat 11.7 dan linolet 72.9, chlestrol : –

Bagian yang dipakai : Seluruh tanaman, untuk penyimpanan dikeringkan.

Kegunaan  :

  1. Bunga ; (head flower)
    Sakit kepala : 25-30 gr bunga + satu butir telur ayam (tidak dipecahkan + 3 gelas air, direbus menjadi setengah gelas. Diminum sesudah makan 2x sehari.
    Radang payudara (Mastitis): kepala bunga (tanpa biji), dipotong halus-halus, kemudian dijemur kering digongseng/sangrai sampai hangus, kemudian digiling menjadi tepung/serbuk. Setiap kali diminum 15-30 gr, dicampur arak putih + gula + air hangat. 3 x kali sehari, minum pertama harus keluar keringat. (tidur pakai selimut)
    Rheumatic : Kepala bunga digodok sampai menjadi kanji, ditempelkan ke tempat yang sakit.
  2. Biji : Disentri : 30 gr biji diseduh kemudian ditim selama 1 jam. Setelah diangkat, tambahkan gula batu secukupnya,minum.
  3. Akar : Kesulitan buang air besar dan kecil : 15-30 gr akar segar direbus, minum.
    Infeksi saluran kencing : 30 gr akar segar direbus. Jangan lama-lama setelah mendidih langsung angkat, minum.

NOTE : Sumsum dari batang dan dasar bunga berisi hemicelluose, yang menghambat sarcoma 180 dan Ehrlich ascitic carcinoma pada tikus. Ekstrak dari sumsum dapat menghacurkan nitrosamine dan dapat untuk mencegah dan mengobatan tumor saluran cerna (tractus digestivus).

PERHATIKAN : Wanita hamil dilarang minum rebusan bunga matahari!

Leave a Reply