Direktori Tanaman Obat & Pengobatan

Blustru – Luffa aegyptica Mill.

Blustru - Luffa aegyptica Mill. (si gua)
0

Blustru masuk dalam familia Cucurbitaceae

Sinom : L. cylindrica (L.) Roem, L. pentandra Roxb.

Nama daerah : Blustru, hurung jawa, ketola, timput. Jawa : blustru, lopang, oyong, bestru, blestru. Malukub: dodahala, petalo panjang, p. cina.

Uraian tanaman : Terna semusim, banyak ditanam orang diladang, pada pagar halaman sebagai tanaman sayur, atau tumbuhan liar disemak, tepi sungai dan pantai laut. Batangnya bisa mencapai 2-10 m, memanjat dengan sulur-sulur (alat pembelit) yang keluar dari ketiak daun. Daun tunggal, bulat telur melebar, berlekuk menjari 5-7, pangkal berbentuk jantung, tulang daun menonjol ke bawah, panjang 8-25 m, 15-25 cm, panjang tangkai daun 4-9 cm letaknya berseling. Warna daun permukaan atas hijau tua, bagaian bawah hijau muda. Bunga berkelamin tunggal terdapat dalam 1 pohon, mahkota bunga berwarna kuning. Bunga tergantung atau terletak diatas tanah, bentuknya cylindris, bulat memanjang, panjang 10-50 cm, dengan garis tengah 5-10 cm, bila sudah tua berwarna coklat. Bagian dalam dari buah yang sudah masak terdapat anyaman sabut yang rapat. Bijinya gepeng dengan tepi berbentuk sayap, licin, hitam. Buah muda dapat disayur, dengan  daun muda dibuat gulai atau botok.

Sifat kimia dan farmakologis :

  1. Buah : manis, sejuk. Masuk meridian hati, lambung dan ginjal. Membersihkan panas dan racun peluruh dahak.
  2. Biji : pahit, dingin, beracun. Peluruh kemih, menghilangkan panas.
  3. Daun : membersihkan darah.
  4. Bunga : manis, sedikit pahit, dingin.
  5. Sabut : manis, netral. Melancarkan sirkulasi peredarah darah, menghilangkan bengkak.
  6. Batang : pahit, dingin, beracun. Masuk meridian jatung, limpa, ginjal. Melancarkan peredaran darah, mematikan cacing.

Kandungan kimia :

  1. Buah : saponin, luffein, citrulline, cucurbitan.
  2. Getah : saponin, lendir, lemak, protein, xylan, vit C, B.
  3. Biji : minyak lemak, squalene, alpha-spinasterol, cucurbitacin B, protein.
  4. Daun : saponin.
  5. Bunga : glutamine, aspactic acid, argine, lysine, alamine.
  6. Sabut : xylan, cellulose, galaktosa, manitosa.
  7. Batang : saponin.

Buah yang dipakaia : buah, kulit buah, tangkai buah, biji, sabut, daun, bunga, batang, akar.

Kegunaan sebagai pengobatan herbal :

  1. Buah : deman, haus, batuk sesak, perdarahan, keputihan, air kemih berdarah, asi tidak lancar, bisul.
  2. Biji : muka dan tangan kaki bengkak (edema), batu saluran kemih, wasir.
  3. Daun : bisul, kurap, digigit ular, luka terbakar.
  4. Kulit buah : luka, bisul, abses rektrum (daerah dubur).
  5. Bunga :batuk panas, tenggorokan sakit, bisul, wasir, sinusitis.
  6. Sabut : sakit dada, sakit perut,  sakit pinggang, batuk berdahak, tidak datang haid, produksi ASI sedikit, bisul, wasir. Arang dari sabut dapat menghentikan perdarahan, air kemih berdarah, perdarahan pada wanita.
  7. Akar : migrain, sakit pinggang, payudara bengkak, tenggorokan sakit,.
  8. Batang : rasa baal, haid tidak teratur, hidung berlendir, edema.
  9. Tangkai buah : cacar air pada anak.

Pemakaian untuk pengobatan tradisional :

  1. Buah :
    untuk minum : 10-15 gr (segar 100-150 gr), digodok atau dibakar menjadi bubuk.
    pemakaian luar : dilumatkan lalu diperas airnya untuk dioleskan atau dijadikan bubuk, dibubuhi ketempat yang sakit.
  2. Biji :
    untuk minum : 5-10 gr digodok atau digongseng lalu digiling lalu digiling dijadikan bubuk.
    pemakaian luar : digiling menjadi bubuk, dan dibubuhi
  3. Daun :
    untuk minum : 50-150 gr daun segar digodok atau digiling dan peras airnya atau dijadikan bubuk
    pemakaian luar : digodok dan airnya untuk cuci, atau dilumatkan atau dijadikan bubuk, dibubuhi ketempat yang sakit.
  4. Kulit buah :
    pemakaian luar : dipanggang sampai kering, lalu digiling menjadi bubuk dan diaduk rata dengan arak, untuk oleskan ketempat yang sakit.
  5. Bunga :
    untuk minum : 10-15 gr digodok.
    pemakaian luar : dilumatkan dan dibubuhi ketempat yang sakit.
  6. Sabut :
    untuk minum : 10-15 gr digodok atau dipanggang lalu digiling menjadi bubuk .
    pemakaian luar : digodok, airnya untuk cuci tempat yang sakit.
  7. Akar :
    untuk  minum : 5-15 gr (segar 50-150 gr) digodok atau dijadikan bubuk.
    pemakain luar : digodok, airnya untuk cuci tempat yang sakit.
  8. Batang :
    untuk minum : 50 -100 gr digodok atau dijadikan bubuk.
    pemakaian  luar : dijadikan bubuk, dibubuhi pada tempat yang sakit.

Cara pemakaian :

  1. Tidak teratur datang haid : daging buah blustru sebsesar 4 jari dicuci bersih lalu diparut, diremas dengan 1/2 cangkir masak dan sedikit garam, diperas dan disaring, minum. Sehari 3 kali
  2. Sakit pinggang : bijinya digongseng sampai hangus, lalu digiling sampai halus dan dicampur dengan arak, minum. Ampasnya dibubuhkan ketempat yang sakit.
  3. Perdarahan pada wanita : daun digongseng sampai hitam, lau digiling menjadi bubuk. Setiap kali, 20 gr diseduh dengan arak, minum.
  4. Sesak napas : 5 lembar daun  muda dicuci bersih lalu diasapkan sebentar, dimakan dengan nasi sebagai lalap. Sehari 2 kali.
  5. Batuk disertai sesak : 10-15 gr bunga digodok, tambahkan madu secukupnya, setelah disaring, lau minum.
  6. Migrain : 150 gr akar segar ditambah telur itik 2 butir, digodok. Airnya diminum, telurnya dimakan.
  7. Sakit pinggang : akar dibakar dengan alas genteng, alau  digiling menjadi bubuk. Setiap kali 10 gr diminum dengan arak hangat.
  8. Bisul yang tak mau pecah : akar tua digodok, airnya untuk kompres bisulnya.

Leave a Reply