Direktori Tanaman Obat & Pengobatan

Bandotan | Ageratum conyzoides L.

0

Bandotan termasuk dalam Familia Compositae (Asteraceae).Bandotan berasal dari Amerika tropik yang lebih dikenal sebagai tumbuhan pengganggu (gulma) dan akan mengeluarkan bau tidak enak apabila daunnya telah layu dan membusuk. Di Indonesia dan Philipina rebusan akarnya digunakan untuk obat demam.

Bandotan dapat ditemukan di ladang, kebun, pekarangan rumah, pinggir jalan, tanggul, dan sekitar tepi saluran air dari ketinggian 1 – 2100 m di atas permukaan air laut.

Bandotan merupakan tanaman semusim yang tumbuh tegak atau bagian bawahnya berbaring dengan tinggi mencapai 30 – 90 cm, bercabang, dan mempunyai batang bulat yang berambut panjang dan apabila menyentuh tanah akan keluar akar.

Daunnya bertangkai dan terletak berhadapan bersilang dengan panjang daun 5 – 13 cm dan lebarnya 0,5 – 6 cm. Helaian daun berbentuk bulat telur dengan pangkal membulat dan ujungnya runcing. Tepi daun bergerigi dan pada bagian kedua permukaan daun berambut panjang dengan kelenjar yang terletak di permukaan bawah daun.

Bunga bandotan adalah bunga majemuk, berkumpul 3 atau lebih, dan berbentuk malai rata yang keluar di ujung tangkai serta berwarna putih. Panjang bonggol bunga 6 – 8 mm dengan tangkai yang berambut. Buahnya berwarna hitam dan bentuknya kecil.

Ageratum houstonianum Mill. adalah varietas bandotan yang bunganya berwarna ungu.

Bandotan mempunyai sifat kimiawi dengan rasa sedikit pahit, pedas, dan netral. Tanaman ini mengandung asam amino, organacid, minyak terbang coumarin, ageratochromene, friedelin, beta-sitosterol, stigmasterol, potassium chlorida.

Bagian daun dan batang muda Bandotan dapat digunakan untuk pengobatan baik dalam keadaan segar maupun sudah dikeringkan. Beberapa penyakit yang dapat diobati menggunakan bandotan antara lain :

-Demam, sakit tenggorok, malaria, radang paru (Pneumonia)

-Perdarahan rahim, luka berdarah

-Diare, disentri, kolik, muntah, perut kembung

-Keseleo, reumatism

-Bisul, eczema, borok, penyakit kulit lain termasuk lepra

-Radang telinga tengah (Otitis media)

-Mencegah kehamilan, perawatan rambut

-Menyegarkan badan (tonik dan stimulan), air kemih sedikit

-Tumor rahim

Pengobatan menggunakan bandotan untuk pemakaian dalam dapat dilakukan dengan cara merebus atau menumbuk 15 – 30 gr (30 – 60 gr) kemudian meminum air perasannya. Sedangkan untuk pemakaian luar dapat dilakukan dengan cara menumbuk sampai lumat dan menempelkannya pada bagian badan yang sakit, atau menggiling daun menjadi bubuk dan meniupkannya ke kerongkongan.

Cara pengobatan menggunakan Bandotan untuk masing-masing penyakit dapat dijelaskan lebih rinci, sebagai berikut :

-Radang telinga : mencuci bersih batang dan daun segar kemudian menumbuknya dan memerasnya. Air perasannya digunakan untuk tetes telinga.

-Luka berdarah, bisul, eczema : melumatkan herba segar kemudian menempelkan ke tempat yang sakit lalu dibalut.

-Sakit tenggorok, termasuk diphteri : mencuci bersih 30 – 60 gr daun segar kemudian ditumbuk halus dan memerasnya. Air perasannya ditambahkan gula secukupnya dan diminum 3 x sehari. Atau menjemur daun sampai kering lalu digiling menjadi bubuk dan siap dikonsumsi.

-Bisul, borok, bengkak : mencuci bersih seluruh herba kemudian menumbuk nasi basi dan garam secukupnya lalu ditempelkan ke tempat yang sakit.

-Perdarahan rahim, sariawan, bisul, bengkak-bengkak : merebus 10 – 15 gr herba kering kemudian meminum air rebusannya.

-Malaria, influenza : merebus 15 – 30 gr herba kering kemudian meminum air rebusannya. Sehari 2 x.

Leave a Reply