Direktori Tanaman Obat & Pengobatan

Bambu Tali | Asparagus cochinchinensis (Lour.) Merr.

0

Bambu tali masuk dalam familia Liliaceae

Sinonim : A. Lucidus Lindley.

Nama daerah : Asparagus,
christusdoorn (nama asing).

Uraian tanaman : Terna merambat, banyak bercabang. Terdapat liar dihutan-hutan terbuka, semak belukar, kadang-kadang pada bukit yang berbatu-batu atau ditanam sebagai tanaman hias yang didapat dari dataran rendah sampai lebih kurang 1.1150 mdpl. Akar berumbi kecil berbentuk kerucut dan berkelompok, panjang umbi sekitar 4-10 cm, berwarna kuning abu-abu. Batang kecil, panjang apat mencapai 2 m. Daun pipih, berbentuk garis, panjang 1-2,5 cm, lebar 1 m, ujung runcing, duduknya tersebar. Bunga berkelompok, keluar dari ketiak daun, warnanya putih atau putih kuning. Buahnya buah buni, diameter 6 mm, bila masak berwarna merah tua sampai hitam.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis : Rasa manis, pahit, dingin. Masuk ke meredian paru-paru dan ginjal. Menyuburkan yin, membersihkan paru-paru dan menurunkan panas api, merangsang produksi cairan tubuh.

Kandungan kimia : Saponin, aglycone, protosarsapogenin, asparagine, glukosa, fruktosa, 5 – methoxyl, methylfurfural, beta-sitosterol.

Bagian yang dipakai : Umbi, dikeringkan.

Cara pemakaian : 

  1. Batuk, batuk darah, TBC paru, sakit tenggorokan, muntah darah, rasa haus, berkeringat malam, kencing manis, susah buang air besar, demam disertai gaduh gelisah. Umbi kering 6 –  12 gram direbus dengan 1 1/2 gelas air jadi satu gelas. Hangat-hangat diminum. Bila perlu sehari dua kali sampai sembuh.
  2. Kanker payudara: carsinoma, fibroadenoma, dan hyperplasia. Kanker limpa dan kanker darah: lymphosarcoma, leukimia. Umbi 20 – 40 gram direbus, diminum. Umbi tanpa kulit, ditim dengan arak kuning, minum 3 x sehari.

 

Leave a Reply